Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Ekosains > Budidaya Padi Berwawasan Lingkungan Dengan Metode System Of Rice Intensification (Sri) Dan Penggunaan Pupuk Organik Cair

 

Full Text PDF (231 kb)
Ekosains
Vol 3, No 1 (2011): Ekosains
Budidaya Padi Berwawasan Lingkungan Dengan Metode System Of Rice Intensification (Sri) Dan Penggunaan Pupuk Organik Cair
Purnomo, Djoko ( Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian UNS)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
20 Jul 2013
 
Kelangkaan sumberdaya alam (air, energi bersumber bahan bakar fosil, mineral, CO2, bahan pangan, dan lahan produktif) sudah terjadi dan semakin meningkat. Kebutuhan pangan semakin meningkat terutama beras sebagai bahan pangan pokok dari hasil budidaya padi. Budidaya padi sangat rakus air dan hara mineral sehingga perlu dikembangkan metode budidaya padi efisien air yaitu system of rice intensification (SRI) dan hara mineral dari sumberdaya intrinsik. Penelitian ini bertujuan menguji metode SRI dengan pupuk organik cair MOL (Mikroorganisme Lokal). Penelitian dengan metode eksperimen dilaksanakan di di Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo yang terletak pada ketinggian 98 m dpl mulai bulan Desember 2008 sampai April 2009. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk organik cair MOL, terdiri atas: kontrol, macam bahan baku daun cebreng (Glyrisidia maculate), rumen kambing, bonggol pisang (Musa sp) dan daging buah maja (Aegle marmelos L.). Faktor kedua yaitu umur bibit terdiri atas: 7, 11, dan 15 hari setelah semai (hss). Lima belas kombinasi tersebut masing-masing diulang 3 kali. Analisis data menggunakan analisis varians (uji F 0,05) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT 0,05) pada factor yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya padi dengan metode SRI dapat diterapkan khususnya di desa Palur (hasil biji mencapai lebih dari 8 ton ha-1), pertumbuhan vegetatif bibit umur muda (7 hss) berupa tinggi tanaman, jumlah anakan total, dan bobot biomassa lebih tinggi daripada umur bibit 11 dan 15 hss. Daun cebreng, rumen kambing, bonggol pisang, dan daging buah maja masak, potensial sebagai bahan baku pupuk MOL, dengan daun cebreng yang terbaik (pada fermentasi selama 15 hari). Bahan pupuk MOL daun cebreng, bonggol pisang, dan daging buah maja sesuai dengan tanaman yang ditanam dengan umur bibit 7 hss, sedang rumen kambing sesuai dengan tanaman berasal dari umur bibit 11 hss.Kata kunci: Pupuk Organik Cair-Umur Bibit-SRI
Copyrights © 2013