Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Komunitas > PLURALITAS AGAMA DALAM KELUARGA JAWA

 

Full Text PDF (171 kb)
Jurnal Komunitas
Vol 5, No 1 (2013): Tema Edisi: Multikulturalisme dan Interaksi Sosial
PLURALITAS AGAMA DALAM KELUARGA JAWA
Prasetyo, Agus ( SMA Al-Iman Temanggung, Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
03 Apr 2013
 
Dalam masyarakat Jawa terdapat pemahaman dan pemaknaan sendiri terhadap agama yaitu ”agami ageming aji”. Artinya apa pun agama yang dipeluk sama saja karena semua agama mengajarkan keselamatan. Oleh sebab itu menjadi sebuah fenomena menarik di kalangan masyarakat Jawa karena mereka cenderung lebih toleran dalam menyikapi perbedaaan dan keragaman beragama. Salah satu contoh masyarakat yang menghargai pluralitas agama adalah masyarakat Desa Getas Kaloran Temanggung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang sejumlah keluarga yang dapat menerima pluralitas agama dan toleransi terhadap pluralitas agama dalam keluarga Jawa. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah masyarakat Desa Getas yang memiliki keragaman agama dalam keluarganya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Getas dapat menerima pluralitas agama karena menurut mereka agama adalah urusan pribadi seseorang jadi tidak ada pihak yang dapat memaksakan suatu keyakinan kepada individu lain. Pluralitas agama tersebut tidak menimbulkan masalah berarti karena masyarakat memiliki derajat toleransi yang tinggi antar anggota keluarga, yang ditunjukkan melalui saling menghargai dan mengormati dan tidak mencampuri urusan keagamaan orang lain, serta saling membantu antar anggota keluarga untuk memperlancar kegiatan ibadah masing – masing. In Javanese community there is a specific principle on the meaning of religion, namely ”agami ageming aji”. This pilosophy means whatever religion people believe, it doesn’t matter because they all teach salvation. This is an interesting phenomenon among the Javanese community because they tend to be tolerant in dealing with differences and diversity of religion that happen in one household. The objective of this article is to discuss the practices of religious tolerance found in a rural community of Getas, Kaloran, Temanggung Central Java. Techniques of data collection is done by interviews and observation. The study subjects were villagers of Getas, which has a diversity of religion in families. Based on the research results, it can be concluded that the villagers embrace a tradition of religious pluralism because they think religion is one’s personal affairs so that no party can impose a conviction for another individual. The plurality of religion does not cause significant problems because the public has a high degree of tolerance among family members, which is demonstrated through mutual respect and attitude not to interfere in religious affairs of others, and mutual help among family members to facilitate the worship activities of their relatives.
Copyrights © 2013