Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Prosiding Seminar Biologi > PEMBERIAN KULTUR CAMPUR ANTARA Lactobacillus bulgaricus DAN Streptococcus thermophilus TERHADAP KANDUNGAN SERAT DAN Fe PADA YOGHURT KACANG KORO BENGUK PUTIH (Mucuna pruriens)

 

Full Text PDF (541 kb)
Prosiding Seminar Biologi
Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
PEMBERIAN KULTUR CAMPUR ANTARA Lactobacillus bulgaricus DAN Streptococcus thermophilus TERHADAP KANDUNGAN SERAT DAN Fe PADA YOGHURT KACANG KORO BENGUK PUTIH (Mucuna pruriens)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
16 Oct 2013
 
Yoghurt merupakan produk hasil fermentasi susu, starter atau bibit yang digunakan adalah bakteri  asam laktat (Lactobacillus bulgaricus  dan  Streptococcus thermophilus) dengan perbandingan yang sama. Yoghurt kacang koro benguk putih merupakan  salah satu produk hasil fermentasi yang banyak mengandung zat gizi. Proses fermentasi dalam bahan pangan menyebabkan pertumbuhan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pangan dari segi mutu, baik dari aspek gizi maupun daya cerna.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kultur campur antara  Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus  terhadap kandugan serat dan Fe (besi) pada yoghurt kacang koro benguk putih (Mucuna pruriens). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan  Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu (A). 1liter susu koro + 15 ml starter, (B). 1liter susu koro + 20 ml starter, (C). 1l iter susu koro + 25 ml starter. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Of Variance (ANAVA), dilanjutkan dengan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD). Hasil analisis varians kandungan serat pada yoghurt koro benguk putih (Mucuna pruriens) diketahui Fhitung (19,698) > Ftabel 5% (5,14) dan < Ftabel 1% (10,92) sehingga menunjukan hasil yang sangat signifikan/beda nyata pada taraf 1 %. Sedangkan Hasil analisis varians kandungan Fe (Besi) pada yoghurt koro benguk putih (Mucuna pruriens) diketahui bahwa Fhitung (137,917) > Ftabel 5% (5,14) dan  Ftabel 1% (10,92) sehingga menunjukan hasil yang sangat signifikan/beda nyata pada taraf 1%.  Kata Kunci : Kultur campur, Serat, Fe (Besi), Koro Benguk (Mucuna pruriens)
Copyrights © 2013