Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan > AKSES PELAYANAN KESEHATAN DAN KEJADIAN MALARIA DI PROVINSI BENGKULU

 

Full Text PDF (91 kb)
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Vol 23, No 4 Des (2013)
AKSES PELAYANAN KESEHATAN DAN KEJADIAN MALARIA DI PROVINSI BENGKULU
Sari, Rika Maya ( Loka Litbang P2B2 Baturaja, Badan Litbangkes, Kemenkes RI, Jl. Jend. A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, OKU, Indonesia)
Ambarita, Lasbudi P. ( Loka Litbang P2B2 Baturaja, Badan Litbangkes, Kemenkes RI, Jl. Jend. A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, OKU, Indonesia)
Sitorus, Hotnida ( Loka Litbang P2B2 Baturaja, Badan Litbangkes, Kemenkes RI, Jl. Jend. A. Yani KM 7 Kemelak, Baturaja, OKU, Indonesia)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
12 Feb 2014
 
AbstrakHingga saat ini malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan salah satunya adalah Provinsi Bengkulu. Penyakit ini tersebar luas di berbagai daerah, dengan derajat infeksi yang bervariasi. Terdapat banyak faktor yang berperan dalam penularan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan kejadian malaria di Provinsi Bengkulu berbasis data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 diperoleh dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan jarak rata-rata akses pusat pelayanan kesehatan A (rumah sakit, Puskesmas, praktek dokter, praktek bidan) sekitar 1.766,98 meter, sedangkan ke pusat pelayanan kesehatan B (Posyandu, Poskesdes, Polindes) sekitar 724,24 meter. Waktu tempuh rata-rata ke pusat pelayanan kesehatan A adalah 17 menit 66 detik dan 11 menit 95 detik ke pusat pelayanan kesehatan B. Terdapat hubungan antara jarak ke pusat pelayanan kesehatan A dengan kejadian malaria (p<0,05; OR=1,91), ada hubungan antara jarak ke pusat pelayanan kesehatan B dengan kejadian malaria (p<0,05; OR=1,09), ada hubungan antara waktu tempuh ke tempat pelayanan kesehatan A dan kejadian malaria (p<0,05; OR=1,48), serta tidak ada hubungan antara waktu tempuh ke pusat pelayanan kesehatan B dan kejadian malaria. Pemerintah daerah setempat perlu memprioritaskan penyediaan fasilitas kesehatan yang mudah diakses masyarakat dalam rangka meningkatkan pembangunan desa yang berkelanjutan.Kata kunci : Malaria, Akses pelayanan kesehatan , BengkuluAbstractUntil now, malaria is still a public health problem in Indonesia, and one of the endemic malaria is Bengkulu province. The disease is widespread in many regions, with varying degrees of infection. There are many factors that contribute to the malaria infection. This study aims to determine the association between malaria cases and the accessibility to health facility in Bengkulu province based on Riskesdas data 2007 obtained from National Institute of Health Research and Development. Data were analysed by univariate and bivariate methods. The results show the average distance to access health care center A (hospitals, public health center, dotor practice, midwife practice) of approximately 1766,98 meters, whereas is the health care center B (Posyandu, Poskesdes, Polindes) approximately 724,24 meters. The average travel time to a health care center A is 17,66 minutes and 11,95 minutes to health center B. There is association between the distance to health care center A and the incidence of malaria (p<0,05; OR=1,91), similarly the distance to the health center B (p<0,05; OR=1,09). There was association between travel time to the health service A and the incidence of malaria (p <0.05, OR = 1, 48), while there is no association between travel time to the health center B. Local government should prioritize to the provision of health care facility that easily accessible by the public to enhance sustainable rural development.Keywords : Malaria, Health Care Access,  Bengkulu
Copyrights © 2014