Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Kesehatan Reproduksi > Urinating after Sexual Intercourse Prevents Pregnancy: Adolescents Misconceptions of Reproductive Health Knowledge

 

Full Text PDF (838 kb)
Jurnal Kesehatan Reproduksi
Vol 1, No 2 Apr (2011)
Urinating after Sexual Intercourse Prevents Pregnancy: Adolescents Misconceptions of Reproductive Health Knowledge
Widyastari, Dyah Anantalia ( Master Program of Health Promotion Diponegoro University Semarang)
Shaluhiyah, Zahroh ( Faculty of Public Health Diponegoro University)
Widjanarko, Bagoes ( Faculty of Public Health Diponegoro University)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
04 Nov 2012
 
Latar belakang: Kesehatan reproduksi remaja pada masa ini menuntut perhatian semua pihak. Banyaknya kasus seks pranikah, kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi di kalangan remaja menuntut pemerintah dan semua pihak yang berkepentingan mengambil sebuah tindakan untuk mengatasinya. Kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi ditengarai menjadi penyebab utama remaja melakttkan perilaku seks beresiko. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 320 orang siswa sekolah menengah di kota Semarang. Data dikumpulkan dengan mempergunakan angket yang mengukur tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan hal yang berkaitan dengan seksualitas. Hasil: Enam puluhpersen remaja mempunyai tingkat pengetahuan yang rendah. Miskonsepsi terjadi pada isu seputar terjadinya kehamilan dimana sebagian besar mereka beranggapan bahwa buang air kecil setelah berhubungan seksual dapat menghindarkan si gadis dari kehamilan. Sebagian lagi beranggapan bahwa kehamilan tidak akan terjadi pada hubungan seks yang pertama. Teman sebaya dan media terbukti signifikan sebagai prediktor pengetahuan remaja. Kesimpulan: Dengan banyaknya remaja yang mempunyai tingkat pengetahuan rendah dan banyaknya miskonsepsi seputar kesehatan reproduksi remaja, pendidikan seks menjadi sangat penting dibangun sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Kata kunci: Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Miskonsepsi
Copyrights © 2012