Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems > Karakterisasi Pola Aroma Salak Pondoh dengan E-Nose Berbasis Sensor Metal Oksida

 

Full Text PDF (884 kb)
Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems
Vol 3, No 1 (2013): IJEIS
Karakterisasi Pola Aroma Salak Pondoh dengan E-Nose Berbasis Sensor Metal Oksida
Article Info   ABSTRACT
Published date:
30 Apr 2013
 
AbstrakSalak merupakan salah satu komiditi ekspor yang memiliki prospek di Indonesia. Untuk memenuhi standar mutu pasar luar negeri maka kualitas buah salak harus bermutu baik. Hasil panen yang baik sangat ditentukan oleh penanganan pasca panen buah salak. Salah satu teknik pasca panen adalah dengan menentukan umur petik salak. Namun sayangnya data pendukung untuk menentukan umur petik salak secara optimal belum banyak didapati. Salah satu cara untuk menyeleksi mutu buah salak sekaligus menentukan umur petik salak adalah dengan mengkarakterisasi aromanya.Untuk itu dibutuhkan suatu instrumen analitik yang secara efektif dapat melakukan penciuman layaknya hidung manusia. Dimana alat penciuman tersebut diharapkan secara khusus dapat menganalisis buah salak mulai dari keadaan matang hingga menjadi busuk berdasarkan pola aroma sampel salak yang didapat. Electronic nose merupakan suatu sistem pengindra bau elektronik (odor sistem) yang dapat digunakan sebagai rujukan standarisasi secara ilmiah berdasarkan aroma suatu objek. E-nose yang dibangun pada penelitian ini menggunakan 8 sensor gas TGS yang memiliki spesifikasi yang berbeda-beda berdasarkan gas yang dideteksinya. Data keluaran dari array sensor akan dikonversi menjadi sinyal digital pada mikrokontroler, kemudian hasilnya akan diolah pada computer. Penggunaan E-nose ini dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik salak pondoh dari pertama petik hingga keadaan membusuk berdasarkan analisa pola yang terbentuk dari kedelapan sensor yang digunakan pada saat mendeteksi aroma buah salak pondoh. Kata kunci— Electronic Nose, array sensor, sensor gas TGS, mikrokontroler, odor Abstract Salak is one of the commodities that have export prospects in Indonesia. To meet the quality standards of the overseas market, the quality should be good quality fruits. Good harvest is determined by post-harvest handling of fruits. One technique is to determine the post-harvest is life quotes barking. But unfortunately the supporting data to determine the optimal age picking bark has not been found. One way to select quality fruits as well as determining the date of quotation barking is to characterize the aroma. That requires an analytical instrument that can effectively do smell like a human nose. Where the olfactory apparatus is specifically expected to analyze salak ranging from mature state to be rotten by the pattern of bark samples obtained aromas. Electronic nose is an electronic odor sensing system (odor system) that can be used as reference standards are scientifically based aroma of an object.  E-nose is built on a study using eight TGS gas sensors with different specifications based on the detected gas. Data output from the aray sensor is converted into a digital signal on the microcontroller, then the results will be processed on a computer. The use of E-nose can give an idea about the characteristics of the first quotation of salak to state decay, based on pattern analysis of the eight sensors are used when detect flavors of salak.   Keyword— Electronic nose, biomimetic sensor, array sensor, TGSgassensor.
Copyrights © 2013