Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Penelitian Saintek > AKTIVITAS ANTIPLASMODIAL EKSTRAK METANOL BEBERAPA TUMBUHAN OBAT HERBAL SECARA IN VIVO

 

Full Text PDF (7,881 kb)
Jurnal Penelitian Saintek
Vol 17, No 1 (2012): APRIL 2012
AKTIVITAS ANTIPLASMODIAL EKSTRAK METANOL BEBERAPA TUMBUHAN OBAT HERBAL SECARA IN VIVO
Atun, Sri ( FMIPA UNY)
Arianingrum, Retno ( FMIPA UNY)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
02 Apr 2014
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiplasmodial dari ekstrak metanol tiga jenis spesies tumbuhan, yaitu pegagan, meniran, dan pulai. Metode penelitian yang akan dilakukan adalah dengan melakukan eksperimen di laboratorium, yang di awali dengan pemilihan dan pengumpulan tiga jenis sampel tumbuhan serta dilakukan determinasi di laboratorium Biologi UGM. Selanjutnya dari berbagai jaringan tumbuhan yang biasa digunakan untuk pengobatan, seperti pegagan (semua bagian tumbuhan), meniran (semua bagian tumbuhan), dan pulai (kulit batang), dilakukan ekstraksi secara maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol dari masing-masing spesies tumbuhan dikeringkan dan digunakan untuk uji aktivitas biologi sebagai antiplasmodial secara in vivo. Uji aktivitas antiplasmodial secara in vivo dilakukan dengan cara 4 days suppressive test pada mencit Swiss yang diinfeksi P. berghei. Mencit dibagi menjadi kelompok kontrol (tanpa bahan uji) dan kelompok perlakuan masing-masing menggunakan 5 ekor mencit. Jumlah kelompok perlakuan 5 (lima) sesuai dengan peringkat dosis ekstrak yang digunakan, yaitu 37,25; 62,5;125; 250; dan 500 mg/BB. Hasil penelitian uji aktivitas antiplasmodial secara in vivo ekstrak metanol kulit batang pulai menunjukkan nilai efektivitas dosis (ED50) sebesar 29,78 mg/BB yang termasuk dalam kategori sangat baik, sedangkan aktivitas antiplasmodial dari ekstrak pegagan dan meniran masing-masing dengan ED50 sebesar 970,29 dan 1018,59 mg/BB, sehingga termasuk dalam kelompok tidak aktif.   Kata kunci:                  pegagan (Centella asiatica), meniran (Phyllanthus niruri); pulai (Alstonia scholaris), antiplasmodial (antimalaria)
Copyrights © 2014