Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa > ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL PADA CERBUNG KUCING SILUMAN MAJALAH JAYA BAYA EDISI 15 JULI – 16 SEPTEMBER 1990 KARYA SOEMARNO WHD

 

Full Text PDF (636 kb)
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Vol 4, No 5 (2014): ADITYA
ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL PADA CERBUNG KUCING SILUMAN MAJALAH JAYA BAYA EDISI 15 JULI – 16 SEPTEMBER 1990 KARYA SOEMARNO WHD
Article Info   ABSTRACT
Published date:
04 May 2014
 
Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan bentuk kohesi gramatikal yang terdapat dalam cerbung Kucing Siluman majalah Jaya Baya edisi 15 Juli 1990 karya Soemarno Whd, (2) mendeskripsikan penggunaan bentuk kohesi gramatikal dalam cerbung Kucing Siluman majalah Jaya Baya edisi 15 Juli 1990 karya Soemarno Whd. Metode analisis data yaitu mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Berdasarkan hasil analisis data terdapat penanda kohesi gramatikal dalam cerbung Kucing Siluman karya Soemarno Whd. (1) Bentuk kohesi gramatikal yang diteliti meliputi (i) pengacuan (referensi), baik persona I: kula ‘aku’, persona II tunggal lekat kanan: -mu, demonstratif tempat (agak jauh dengan pentur): iku ‘itu’ (ii) penyulihan (subtitusi) nominal: sajak gembira- ngrasa seneng ‘dengan gembira- merasa senang’, (iii) pelesapan (elipsis): yen ’jika’, (iv) konjungsi (perangkaian): penambahan (aditif): uga ‘juga’, (2) Penggunaan bentuk penanda kohesi gramatikal yang paling dominan adalah pengacuan persona III tunggal (lekat kanan) {-ne} ‘nya’, dan pengacuan persona I tunggal aku, pengacuan demonstratif dan konjungsi penambahan (aditif) yang berupa uga ‘juga’, lan ‘dan’. Sementara itu, penanda kohesi gramatikal yang paling minim adalah penyulihan (substitusi), terutama yaitu penyulihan (substitusi) klausal.   Kata kunci: kohesi gramatikal
Copyrights © 2014