Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Academica > TEORI KONVERGENSI SIMBOLIK

 

Full Text PDF (91 kb)
Academica
Vol 2, No 2 (2010)
TEORI KONVERGENSI SIMBOLIK
Suryadi, Israwati ( Universitas Tadulako)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
08 Apr 2014
 
Tulisan ini membahas tentang Symbolic Convergence Theory(CST) atau dalam bahasa Indonesia menjadi Teori Konvergensi Simbolik(TKS) yang diilhami dari riset Robert Bales mengenai komunikasi dalamkelompok-kelompok kecil. Kemudian gagasan tersebut oleh ErnestBormann direplikasi ke dalam tindakan retoris masyarakat dalam skala yanglebih luas dari sekedar proses komunikasi kelompok kecil. Konvergensi(convergence) sebagai suatu cara dimana dunia simbolik pribadi dari duaatau lebih individu saling bertemu, saling mendekati satu sama lain, ataukemudian saling berhimpitan (the way in which the private symbolic worldsof two or more people begin come together or overlap). Sedangkan istilahsimbolik itu sendiri terkait dengan kecenderungan manusia untukmemberikan penafsiran dan menanamkan makna kepada berbagai lambang,tanda, kejadian yang tengah dialami, atau bahkan tindakan yang dilakukanmanusia.Ernest Bormann mengoperasionalkan teorinya dengan istilahFantasy Theme Analysis (FTA), sebagaimkata kunci dalam teori ini. Dalam teori ini, sebuah fantasi tidak merujukpada cerita-cerita fiktif atau keinginan erotis. Fantasi adalah cerita ataulelucon yang mengandung atau mengungkapkan emosi. Fantasi meliputiperistiwa dari seorang anggota kelompok di masa lalu, atau peristiwa yangmungkin terjadi di masa depan. Fantasi tidak mencakup komunikasi yangberfokus pada apa yang terjadi di dalam kelompok.Adapun istilah-istilahkunci dalam ATF adalah : Fantasy Theme ( Tema Fantasi), Fantasy Chain(rantai fantasi), Fantasy Type (Tipe Fantasi) dan Rhetorical Visions (Visiretoris).Di samping keempat konsep kunci tersebut, Bormann jugamenjelaskan bahwa dalam setiap analisis fantasi, atau kajian visi retorisyang lebih luas lagi, selalu terdapat empat elemen pokok berikut ; (1)Tokoh-tokoh terlibat (dramatic personae atau character); (2) Alur cerita(plot line); (3) Latar (scene) dan (4) Agen penentu kebenaran cerita(sanctioning agents).Kata Kunci : Simbolik dan Konvergensi
Copyrights © 2014