Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Agrohorti Bulletin (e-Journal) > Pelapisan Benih Menggunakan Bakteri Probiotik untuk Mempertahankan Viabilitas Benih Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) selama Penyimpanan

 

Full Text PDF (380 kb)
Agrohorti Bulletin (e-Journal)
Vol 1, No 4 (2013): Oktober 2013
Pelapisan Benih Menggunakan Bakteri Probiotik untuk Mempertahankan Viabilitas Benih Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) selama Penyimpanan
Article Info   ABSTRACT
Published date:
17 Jul 2014
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pelapisan benih menggunakan bakteri Bacillus subtilis, Serratia marcescens, dan Pseudomonas kelompok fluorescens terhadap viabilitas dan daya simpan benih jagung manis (Zea mays saccharataSturt.). Penelitian disusun dengan rancangan petak tersarang (Nested Design) dengan petak utama adalah periode simpan minggu ke 0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, dan 24 dan anak petak adalah perlakuan coating dengan bakteri Bacillus subtilis, Serratia marcescens, Pseudomonas kelompok fluorescens, dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang sangat nyata antara perlakuan coating benih dan periode simpan terhadap daya berkecambah, berat kering kecambah normal, kadar air, dan populasi bakteri. Perlakuan coating benih dan periode simpan menunjukkan interaksi yang nyata terhadap indeks vigor benih. Tolok ukur kecepatan tumbuh benihhanya dipengaruhi oleh faktor tunggal periode simpan. Benih yang dilapisi bakteri menghasilkan nilai berat kering kecambah normal yang nyata lebih baik daripada benih tanpa coating. Benih tanpa coating memiliki nilai daya berkecambah sebesar 56.7% pada periode simpan 24 minggu. Benih yang dilapisi bakteri Bacillus subtilis dapat mempertahankan daya berkecambah hingga 64.0% sampai periode simpan 24 minggu, sedangkan Serratia marcescens mampu mempertahankan daya berkecambah hingga 60.0% . Berdasarkan tolok ukur daya berkecambah, pelapisan benih menggunakan bakteri Bacillus subtilis dan Serratia marcescens merupakan perlakuan pelapisan benih yang potensial untuk lebih dikembangkan. Bakteri Bacillussubtilis lebih mampu bertahan hidup selama penyimpanan dibanding dengan bakteri Serratia marcescens maupun Pseudomonas fluorescens.  Populasi bakteri Bacillus subtilis sampai dengan periode simpan 24 minggu adalah 14.2 × 104 cfu g-1.
Copyrights © 2014