Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Manajemen dan Agribisnis > EFISIENSI KINERJA RANTAI PASOK IKAN LELE DI INDRAMAYU, JAWA BARAT

 

Full Text PDF (1,107 kb)
Jurnal Manajemen dan Agribisnis
Vol 11, No 1 (2014): Vol. 11 No. 1, Maret 2014
EFISIENSI KINERJA RANTAI PASOK IKAN LELE DI INDRAMAYU, JAWA BARAT
Article Info   ABSTRACT
Published date:
15 Sep 2014
 
ABSTRACTThe purposes of this research were to analyze performance efficiency of catfish supply chain; and to formulate managerial implications of catfish supply chain in Indramayu. The performance efficiency analysis was conducted using DEA (Data Envelopment Analysis) which compared two similar organizations. This research compared supply chain performance among the members of farmers group with the members of Bandar farmer group. The managerial implication in this study was analyzed by GAP analysis. Input and output in this analysis were based on SCOR to showed supply chain performance. Based on the research, from 33 members of farmer group, there were 7 members of farmer group partner of CV Taman Lele Indramayu, while the other 26 farmers collaborated with six bandar in Puntang Village, Losarang, Indramayu. There were two members of farmer group who got 100 % performance efficiency, whereas only one member of Bandar farmer got 100%. In the other hand, the result of analysis in CV Taman Lele Indramayu compared with six bandars, showed that only two bandars did not get 100% performance efficiency which are bandar 4 and bandar 6. The conclusion from this research was supply chain performance of the members of farmer group were more efficient than supply chain performance of members of Bandar farmers. In the other hand, supply chain performance on the distributor level, which are companies and Bandar, were quite efficient. Therefore, to obtain 100% supply chain performance efficiency, the input decrease or output increase should be done by the farmers who have not reached 100% performance efficiency.Keywords: catfish, performance efficiency, supply chainABSTRAKPenelitian ini betujuan menganalisis efisiensi kinerja rantai pasok ikan lele, dan merumuskan implikasi manajerial rantai pasok ikan lele di Indramayu. Analisis efisiensi kinerja dianalisis dengan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) yang dapat membandingkan satu oganisasi dengan organisasi lain yang sejenis, yaitu dengan membandingkan kinerja saluran petani anggota kelompok tani–perusahaan dan petani anggota kelompok tani–bandar.  Sementara itu,  implikasi manajerial dianalisis dengan menggunakan GAP analisis. Input dan output yang digunakan dalam penelitian ini berbasis pada SCOR (Supply Chain Operation Reference) yang melihat kinerja petani anggota kelompok tani. Hasil penelitian dari 33 petani anggota kelompok tani, tujuh diantaranya merupakan petani anggota kelompok tani mitra perusahaan CV Taman Lele Indramayu sedangkan 26 lainnya merupakan petani yang bermitra dengan enam bandar di Desa Puntang, Losarang, Indramayu. Terdapat dua orang petani anggota kelompok tani mitra perusahaan yang sudah memiliki efisiensi kinerja 100%, sedangkan pada petani anggota kelompok tani dari 26 petani hanya satu orang petani yang memiliki efisiensi kinerja 100%. Hasil analisis pada CV Taman Lele Indramayu yang dibandingkan dengan 6 bandar, diketahui bahwa terdapat dua bandar yang belum memiliki efisiensi kinerja 100%, yakni bandar 4 dan bandar 6. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kinerja petani anggota kelompok tani mitra bandar masih belum cukup efisien jika dibandingkan dengan kinerja rantai pasok petani anggota kelompok tani perusahaan. Di lain pihak, kinerja rantai pasok ikan lele di tingkat penyalur yakni perusahaan dan bandar sudah cukup efisien. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan efisiensi kinerja rantai pasok 100% maka perlu dilakukannya penurunan input atau peningkatan output pada kinerja petani ataupun bandar yang belum memiliki efisiensi kinerja 100%. Kata Kunci: efisiensi kinerja, ikan lele, rantai pasok, Indramayu
Copyrights © 2014