Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Ilmiah Biologi > PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TIGA JENIS TERIPANG LOKAL PANTAI TIMUR SURABAYA TERHADAP HEPAR MENCIT (Mus musculus) SETELAH INFEKSI Escherichia coli

 

Full Text PDF (89 kb)
Jurnal Ilmiah Biologi
Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Biologi
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TIGA JENIS TERIPANG LOKAL PANTAI TIMUR SURABAYA TERHADAP HEPAR MENCIT (Mus musculus) SETELAH INFEKSI Escherichia coli
Article Info   ABSTRACT
Published date:
08 May 2012
 
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi tiga jenis teripang lokalyang tersebar di Pantai Timur Surabaya (Paracaudina australis, Phyllophorus sp. danColochirus quadrangularis) dalam meningkatkan respon imun berdasar pengaruhnyaterhadap hepar mencit yaitu jumlah bakteri yang bermigrasi ke hepar dan luasan arearadang di jaringan hepar 3 hari setelah infeksi E. coli. Hewan coba yang digunakanadalah mencit (Mus musculus) jantan strain Swiss Webster dibagi menjadi 4kelompok perlakuan yaitu T0 (tanpa ekstrak teripang), T1 (diberi ekstrakParacaudina australis), T2 (diberi ekstrak Phyllophorus sp.) dan T3 (diberi ekstrakColochirus quadrangularis). Pemberian ekstrak teripang dilakukan selama 14 harisecara gavage dengan dosis yang diberikan setara 0,0548 g berat kering/ 20 g BBmencit. Escherichia coli sebanyak 108 sel diinjeksikan pada hari ke-15 secaraintraperitoneal. Penentuan jumlah bakteri yang bermigrasi ke hepar dilakukandengan metode TPC (Total Plate Count) pada media EMB setelah inkubasi pada suhu37oC selama 24 jam. Penghitungan luasan area radang dilakukan denganmenggunakan mikroskop yang dilengkapi graticulae pada lensa okulernya,perbesaran 40x10. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis,kemudian untuk mengetahui beda signifikan antar dua kelompok dilakukan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Phyllophorus sp. mampumeningkatkan respon imun, sedangkan Paracaudina australis tidak meningkatkanrespon imun dan Colochirus quadrangularis menunjukkan aktivitas imunosupresi.Kata Kunci: Paracaudina australis, Phyllophorus sp., Colochirus quadrangularis,imunomodulator, Eschericia coli, hepar, radang
Copyrights © 2012