Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Pendidikan Geografi > PROFIL DAERAH PALANGKI SEBELUM DAN SESUDAH OTONOMI DAERAH DI KECAMATAN IV NAGARI KABUPATEN SIJUNJUNG

 

Full Text PDF (170 kb)
Pendidikan Geografi
Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi
PROFIL DAERAH PALANGKI SEBELUM DAN SESUDAH OTONOMI DAERAH DI KECAMATAN IV NAGARI KABUPATEN SIJUNJUNG
Article Info   ABSTRACT
Published date:
01 Jun 2013
 
Mita Rahmawati (2013):“Profil Daerah Palangki Sebelum Dan Sesudah Otonomi Daerah Di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung”. (Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data tentang: (1). Tingkat perekonomian daerah Palangki sebelum dan sesudah otonomi daerah di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, (2). Keadaan penduduk (Demografi) daerah Palangki sebelum dan Sesudah otonomi daerah di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, (3). Kondisi dan infrastruktur penunjang daerah Palangki sebelum dan sesudah otonomi daerah di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, (4). Tingkat pendapatan daerah Palangki sebelum dan sesudah otonomi daerah di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, (5). Kinerja pembangunan daerah Palangki sebelum dan sesudah otonomi daerah di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifyang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 944 KK yang diambil dengan menggunakan teknik proportional random sampling dengan proporsi 10%, jadi jumlah sampelnya adalah 94 KK. Instrument dalam penelitian ini berupa angket (kuisioner). Adapun hasil dari penelitian  Profil daerah Palangki di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung adalah: (1). Tingkat perekonomian bersifat positif yang terlihat dari perbandingan antara sebelum otonomi daerah mendapat tanggapan 49,04% masyarakatnya menyatakan kurang setuju sementara sesudah otonomi 63,19% masyarakatnya menyatakan setuju, (2). Keadaan penduduknya (Demografi) bersifat negatif yang terlihat dari perbandingan antara sebelum otonomi daerah mendapat tanggapan 38,72% masyarakatnya menyatakan setuju, sementara sesudah otonomi daerah 52,12% masyarakatnya menyatakan kurang setuju, (3). Kondisi dan infrastruktur penunjang bersifat positif yang terlihat dari perbandingan antara sebelum otonomi daerah mendapat tanggapan 50,63% masyarakatnya menyatakan kurang  setuju, sementara sesudah otonomi daerah 62,65% masyarakatnya menyatakan setuju, (4). Tingkat pendapatan bersifat positif yang terlihat dari perbandingan antara sebelum otonomi daerah mendapat tanggapan 45,53% masyarakatnya menyatakan kurang setuju, sementara sesudah otonomi daerah 57,65% masyarakatnya menyatakan setuju, (5). Kinerja pembangunan daerah bersifat positif yang terlihat dari perbandingan antara sebelum otonomi daerah mendapat tanggapan 38,29% masyarakatnya menyatakan kurang setuju, sementara sesudah otonomi daerah 28,51% masyarakatnya menyatakan setuju.
Copyrights © 2013