Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian > ANALISIS FINANSIAL DAN TITIK IMPAS USAHATANI PADI MELALUI PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DI SULAWESI TENGGARA

 

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
ANALISIS FINANSIAL DAN TITIK IMPAS USAHATANI PADI MELALUI PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DI SULAWESI TENGGARA
., Rusdin ( BPTP Sulawesi Tenggara)
Mustaha, M. A ( BPTP Sulawesi Tenggara)
., Hilman ( BPTP Sulawesi Tenggara)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
30 Mar 2014
 
Financial Analysis and Breakeven Point of Rice Farming System Through Integrated Crop Management (ICM) Approach in South East Sulawesi. Rice intensification has been implemented since three decades ago. It had been able initially to improve the rice productivity, but since the last decade, rice productivity in some locations tend to slope and even downhill. One of the efforts to increase rice productivity is by using of integrated crop management (ICM), on participative approach that considers the physical environment, bio-physic, climate, and social economic condition of local farmers. The study was aimed to analysis and to determine the income and breakeven point of ICM application. The study was conducted on Mei – December 2007 in Wawo Oru village, Subdistrict Palangga, South Konawe Regency, South East Sulawesi Province at second time of planting. The result showed that ICM approach was able to increase productivity 80.30% and gave income Rp 2.47 million/second season/ha by R C ratio 1.79. The implication of the research was that ICM of rice was very potential to be developed by taking in to account the Intensifikasi padi yang dicanangkan sejak sekitar dasawarsa yang lalu, pada awalnya telah mampu meningkatkan produktivitas padi secara nyata, tetapi sejak satu dasawarsa terakhir, produktivitas padi di beberapa lokasi cenderung melandai bahkan ada yang menurun. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan menerapkan budidaya padi pendekatan pengelolaan tananam terpadu (PTT). Pendekatan tersebut tersebut mempertimbangkan lingkungan fisik, biofisik, iklim, dan kondisi sosial ekonomi petani setempat dan bersifat partisipatif. Tujuan kajian ini adalah menganalisis dan mengetahui besarnya keuntungan usahatani dan titik impas dari penerapan PTT. Kajian dilakukan di lokasi wilayah agroekosistem sawah semi intensif yaitu Desa Wawouru, Kecamatan Palangga, Kab. Konawe Selatan pada MT II yaitu bulan Mei – Desember 2007. Hasil analisis menunjukan bahwa penerapan pendekatan PTT mampu meningkatkan produksitivitas sebesar 80,30% dan keuntungan bersih sebesar Rp. 2,47 juta/MT/ha dengan nilai R C ratio 1,79. Implikasinya, budidaya padi dengan pendekatan PTT dinilai layak untuk dikembangkan dengan memperhatikan kesesuaian agroekosistemnya.
Copyrights © 2014