Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Agrikultura > Efikasi Lapang Efek Sambilata Terhadap Wereng Hijau Vektor Virus Untuk Pengendalian Penyakit Tungro Padi

 

Full Text PDF (2,918 kb)
Agrikultura
Vol 19, No 1 (2008)
Efikasi Lapang Efek Sambilata Terhadap Wereng Hijau Vektor Virus Untuk Pengendalian Penyakit Tungro Padi
Article Info   ABSTRACT
Published date:
01 Apr 2008
 
Penyakit tungro disebabkan oleh virus yang efektif ditularkan oleh wereng hijau, (Nephotettix virescens). Penyakit tungro menjadi masalah di daerah produksi padi di Iawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Kalimantan. Sambilata (Andrographis paniculata) merupakan tanaman herbal di daerah tropik yang pada dosis sub-lethal diketahui mengurangi kemampuan wereng hijau dalam mengisap makanannya. Serangkaian percobaan lapang dilakukan untuk mengetahui efikasi sambilata dalam menghambat panyebaran tungro dan mekanisme kerjanya menghambat penularan tungro. Percobaan lapang dilakukan di daerah endemis tungro di Desa Warung Kondang, Cianjur, ]awa Barat pada MH 2003/2004 dan MH 2004/2005 dan di Desa lanrang, Sidrap, Sulawesi Selatan pada MK 2005. Percobaan dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok. Efikasi sub-lethal dosis sambilata dibandingkan dengan jamur entomopatogen Metarrhizium dan insektisida anorganik komersial. Kemampuan antifidan sambilata menghambat penularan tungro tergantung pada keberadaan tungro. Pada keberadaan tungro tinggi (89,5% pada petakan kontrol), sedang (22,7% pada petakan kontrol), dan rendah (5% pada petakan kontrol) kemampuan efikasi antifidan sambilata menekan penularan tungro oleh wereng hijau berturut-turut 24%, 47%, dan 81%. Kepadatan populasi wereng hijau tidak berbeda nyata antara perlakuan sambilata dan kontrol. Dengari demikian perbedaan kemampuan mengisap mcnyebabkan perbedaan keberadaan tungro antar perlakuari dan kontrol. Aplikasi sambilata pada dosis sub-lethal menyebabkan perubahan kebiasaan mengisap wereng hijau dari jaringan floem beralih ke jaringan xylem. Hal tersebut menyebabkan wereng hijau berkurang kemampuannya menularkan virus, sebab virus tungro lebih banyak berada pada jaringan floem.
Copyrights © 2008