Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Ilmu Komunikasi > Pemaknaan Siswa pada Materi Bias Jender di Sekolah

 

Full Text PDF (211 kb)
Jurnal Ilmu Komunikasi
Vol 10, No 2 (2012)
Pemaknaan Siswa pada Materi Bias Jender di Sekolah
Widiastuti, Tuti ( Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Bakrie)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
19 Mar 2014
 
Tulisan ini disusun berdasarkan penelitian yang bermaksud ingin mengetahui bias jender dalamdunia pendidikan, khususnya dalam proses belajar-mengajar. Hal ini ditunjukkan dengan gambaranbahwa perempuan dimarjinalisasi dalam peran domestik, dan telah diposisikan sebagai sosok yanglemah. Kerangka berpikir teoretis menggunakan studi budaya (cultural studies) khususnya mengenaistudi pemaknaan (reception). Metode penelitian yang digunakan adalah Triangulasi tipe the dominant-less dominant design, di mana paradigma dominan menggunakan pendekatan interpretif dengandilengkapi data kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, di mana data kuantitatifdiperoleh dari populasi riset yaitu para siswa di SDN Cipinang Besar 01 Pagi, Jakarta Timur. Tekniksampling menggunakan stratified sampling, dibagi atas dua kelompok untuk setiap kelompok yaitu36 responden, jadi total sampel adalah 72 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkannilai kritis tabel t table untuk signifikansi 0,05 dan df = N – 1 = 35 adalah 1,691. Oleh karena nilai t hasilinvestigasi adalah 0,03 maka null hypothesis gagal untuk ditolak. Dalam penelitian ini dijumpai pemaknaanteks dominant reading di mana siswa menggunakan kode-kode yang diterima umum dan tidak terjadiperbedaan penafsiran antara penulis dan pembaca. Hal ini jelas menunjukkan bahwa teks bahan ajar disekolah belum menyediakan tempat untuk mode of expression dalam mensejajarkan perempuan denganlaki-laki.
Copyrights © 2014