Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Pengembangan Energi Nuklir > PEMETAAN DAN PENYIAPAN SDM TAHAP PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN PLTN DI INDONESIA

 

Full Text PDF (719 kb)
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013
PEMETAAN DAN PENYIAPAN SDM TAHAP PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN PLTN DI INDONESIA
Birmano, Moch. Djoko ( Pusat Pengembangan Energi Nuklir (PPEN), BATAN Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 12710 Telp./Fax.: 021 – 5204243)
Anggoro, Yohanes Dwi ( Pusat Pengembangan Energi Nuklir (PPEN), BATAN Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 12710 Telp./Fax.: 021 – 5204243)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
28 Oct 2014
 
PEMETAAN DAN PENYIAPAN SDM TAHAP PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN PLTN DI INDONESIA. Penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten merupakan salah satu infrastruktur dasar pembangunan PLTN. IAEA merekomendasikan bahwa pada kegiatan awal penyiapan SDM PLTN adalah melakukan Pemetaan Proses Bisnis (Business Process Mapping) dengan mengidentifikasi pengetahuan, keterampilan dan kemampuan SDM yang dibutuhkan untuk melaksanakan operasi dan perawatan PLTN. Tujuan studi adalah memetakan dan menyiapkan SDM di BATAN untuk tahap pengoperasian dan perawatan PLTN di Indonesia. Metode yang digunakan adalah memetakan proses bisnis pada tahap pengoperasian dan perawatan PLTN, melakukan identifikasi jabatan, melakukan survei dengan kuesioner dan perhitungan, dan analisis data. Survei dan pengisian kuesioner untuk mengetahui tingkat kompetensi teknis personil di BATAN pada tahap pengoperasian dan perawatan PLTN. Analisis menggunakan Metode Analisis Kesenjangan (Gap Analysis Methods) dengan Kriteria Standar Kompetensi SDM yang didasarkan pada kualifikasi kompetensi teknis. Studi ini menggunakan asumsi bahwa PLTN yang akan dibangun sebanyak 2 unit (twin) dan mulai beroperasi pada tahun 2027. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek pendidikan, BATAN mampu memenuhi kebutuhan SDM sebesar 53,64 % hingga 73,75 %. Sedangkan dari aspek pelatihan dan pengalaman kerja khusus, tingkat partisipasi SDM BATAN masih sangat rendah dari yang dipersyaratkan oleh IAEA.  Hal ini diakibatkan SDM muda di BATAN yang memiliki kualifikasi pendidikan, pengalaman, pelatihan dan sertifikasi teknis di bidang operasi dan perawatan PLTN masih terbatas. Berdasarkan hal ini, perlu adanya penyiapan SDM PLTN dengan menyusun program kegiatan pengembangan SDM PLTN berdasarkan kualifikasi yang dipersyaratkan. Kata Kunci: SDM, PLTN, analisis kesenjangan
Copyrights © 2014