Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Aplikasi Isotop Radiasi > Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Sitotoksisitas Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) pada Sel Leukemia L1210.

 

Full Text PDF (1,553 kb)
Jurnal Aplikasi Isotop Radiasi
Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013
Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Sitotoksisitas Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) pada Sel Leukemia L1210.
Katrin, Ermin ( Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi — BATAN Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta Selatan 12440)
Komarudin, Dede ( Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan)
Susanto, Susanto ( Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi — BATAN Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta Selatan 12440)
Winarno, Hendig ( Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi — BATAN Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta Selatan 12440)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
12 Nov 2013
 
Sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid, tanin, minyak atsiri dan secara empiris telah digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh iradiasi gamma pada aktivitas sitotoksisitas daun sirih merah terhadap sel leukemia L1210 dan profil kromatogramnya. Daun sirih merah kering (kadar air 8,03%) diiradiasi dengan sinargamma pada dosis 5; 7,5; 10 dan 15 kGy dengan sumber kobalt-60. Kemudian masing-masing sampel dimaserasi dalam tiga jenis pelarut secara bertahap, yaitu n-heksan, etil asetat dan etanol, sehingga diperoleh tiga jenis ekstrak. Uji aktivitas sitotoksisitas ekstrak terhadap sel leukemia L1210 dilakukan dengan metode langsung dengan pewarnaan menggunakan tripan biru. Ekstrak etanol merupakan ekstrak yang paling aktif menghambat pertumbuhan sel leukemia L1210 (IC50 sebesar 13,12 μg/mL), selanjutnya difraksinasi dengan kolom kromatografi, diperoleh 7 fraksi. Fraksi 2 merupakan fraksi yang paling aktif menghambat sel leukemia L210 dengan IC50 4,12 μg/ml. Aktivitas sitotoksik fraksi 2 daun sirih merah sampai 7,5 kGy tidak mengalami perubahan bermakna dibandingkan dengan kontrol, tetapi pada dosis ≥ 10 kGy aktivitas sitotoksik fraksi 2 mengalami penurunan yang bermakna. Kromatogram KLT fraksi 2 dari daun sirih merah yang tidak dan yang diiradiasi sampai dosis 7,5 kGy tidak terlihat adanya perubahan, tetapi pada KLT-Densitometri dan spektrum GC-MS daun sirih merah terlihat adanya perubahan. Berdasarkan hasil aktivitas sitotoksik fraksi 2 terhadap sel leukemia L1210 dan profil KLT disimpulkan bahwa dosis 7,5 kGy merupakan dosis maksimum untuk iradiasi serbuk daun sirih merah tanpa mengubah bioaktivitasnya.Kata kunci : iradiasi gamma, sitotoksisitas, kromatogram, sirih merah, Piper crocatum Ruiz & Pav.
Copyrights © 2013