Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Journal of Urban Society´s Arts > Penciptaan Seni Film Eksperimental “Sweet Rahwana”

 

Full Text PDF (216 kb)
Journal of Urban Society´s Arts
Vol 13, No 1 (2013): April 2013
Penciptaan Seni Film Eksperimental “Sweet Rahwana”
Sasongko, Hery ( Jln. Bundo Kanduang No. 35 Padangpanjang, Sumatera Barat Telp. 08179412180)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
10 Nov 2014
 
Akhir-akhir ini bioskop di Indonesia memutar film-film horor. Genre film yangmuncul di Indonesia sejak tahun 1941 melalui Film Tengkorak Hidoep ini jugadiminati banyak penikmat film tanah air. Sebut saja film Sundel Bolong dan NyiBlorong yang menggondol Piala Antemas FFI (Festival Film Indonesia) untuk FilmTerlaris 1982-1983. Film-film horor juga terus mampu meraup jumlah penontonyang besar dikarenakan bumbu adegan seks yang banyak ada di film-film hororIndonesia. Jika kembali mengaca pada sejarah termasuk sejarah perfilman Indonesia,penulis percaya akan ada titik jenuh. Penonton akan bosan dan kembali menjauhibioskop dengan film Indonesia. Kondisi ini pernah terjadi hanya sesaat sebelumdunia film Indonesia mati suri. Wayang bisa menjadi sumber inspirasi untukmengatasi kejenuhan tema film di Indonesia. Wayang adalah legenda yang tidakbisa dipisahkan dari cerita para tokoh tokohnya, salah satunya adalah karakter tokohRahwana yang selalu berwatak jahat. Unsur-unsur yang terdapat dalam karakterRahwana menjadi inspirasi untuk membuat karya film eksperimental agar menjadikarya dan tontonan alternatif bagi generasi muda Indonesia sehingga bisa menambahwawasan yang lebih luas. Dengan cara mengeksplorasi visual serta metode editingdengan teknik yang baru dan bermutu dapat menjadikan film eksperimental yangberkualitas untuk ditonton. “Sweet Ravana” an Experimental Film Art. Recently, cinemas in Indonesia play scarymovies. Scary movies have appeared in Indonesia since 1941 through a film entitled“Tengkorak Hidoep”. Many people got attracted with it. “Sundel Bolong” and “NyiBlorong” movies got achievement on Anthemas Cup FFI (Indonesian Film Festival)award for a best-selling movies category in 1982-1983. Scary movies have been succsesfullto get a lot of audiences because of many sex scenes in the Indonesian scary movies. Thewriter believes there will be a saturation point against its. The audience will be boredand keep away from Indonesian movie theaters. These conditions had occurred beforethe Indonesian cinemas collapsed. Puppet will be inspiration to heal the boredom inIndonesian movie themes. Puppet is a legend that cannot be separated from the charactersof the story. One of the puppet characters is Rahwana. He is always symbolized as a badcharacter. The elements contained in the character of Rahwana were the inspiration tomake an experimental film which can be the alternative movies for the Indonesian youngpeople, so they can have greater insight. Exploring visual and editing methods by using anew and good technique can make a good quality of experimental film.
Copyrights © 2014