Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > MEDIA MEDIKA MUDA > PENGARUH DEXKETOPROFEN DENGAN KETOROLAC TERHADAP KADAR KORTISOL PLASMA PADA TIKUS WISTAR YANG MENGALAMI INSISI

 

Full Text PDF (435 kb)
MEDIA MEDIKA MUDA
Vol 3, No 1 (2014): MEDIA MEDIKA MUDA
PENGARUH DEXKETOPROFEN DENGAN KETOROLAC TERHADAP KADAR KORTISOL PLASMA PADA TIKUS WISTAR YANG MENGALAMI INSISI
Article Info   ABSTRACT
Published date:
20 Jan 2015
 
Latar belakang: Luka pasca pembedahan seperti insisi dapat menimbulkan nyeri yang akan merangsang timbulnya respon stress metabolik (MSR) berupa peningkatan kadar kortisol. Meningkatnya kadar kortisol menyebabkan penekanan respon imun dan melambatnya penyembuhan luka. Pemberian Dexketoprofen dan Ketorolac akan mengurangi rasa nyeri yang berefek pada penurunan kadar kortisol dan mempercepat penyembuhan luka.Tujuan: Membuktikan adanya perbedaan pengaruh Dexketoprofen intramuskular dengan Ketorolac intramuskular terhadap kadar kortisol plasma pada tikus wistar yang mengalami insisi.Metode: Penelitian eksperimental dengan desain Randomize Post test only control group design. Penelitian menggunakan hewan coba tikus wistar sejumlah 10 ekor yang diambil dengan randomisasi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. 10 ekor tikus wistar dibagi menjadi 2 kelompok masing- masing 5 ekor, Kelompok yang I (K I) akan diinsisi sepanjang 2cm dan diinjeksi Dexketoprofen intramuskular 0,225 mg setiap 6 jam selama 24 jam , Kelompk yang ke II (K II) akan diinsisi sepanjang 2cm dan diinjeksi Ketorolac intramuskular 0,54 mg setiap 6jam selama 24 jam. Pemeriksaan kadar Kortisol dilakukan 24 jam pasca insisi dengan sistem Immune Cortisol dan dibaca dengan perangkat ELISA reader.Hasil: Kadar kortisol plasma pada kelompok K I (Dexketoprofen) lebih rendah dibandingkan K II (Ketorolac) dan berdasarkan uji statistik didapatkan p = 0,006 yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna ( p < 0,005) pada penurunan kadar kortisol plasma antara kelompok K I (Dexketoprofen) dengan K II (Ketorolac).Kesimpulan: Kadar Kortisol plasma setelah pemberian Dexketoprofen pada tikus wistar yang mengalami insisi lebih rendah dibandingkan pemberian Ketorolac pada tikus wistar yang mengalami insisi
Copyrights © 2015