Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Journal of Management of Aquatic Resources > ASPEK BIOLOGI PERIKANAN CEPHALOPODA PELAGIK YANG DIDARATKAN DI TPI TAMBAKLOROK SEMARANG

 

Full Text PDF (557 kb)
Journal of Management of Aquatic Resources
Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
ASPEK BIOLOGI PERIKANAN CEPHALOPODA PELAGIK YANG DIDARATKAN DI TPI TAMBAKLOROK SEMARANG
Perangin-angin, Helfiana Tiuriska ( Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Afiati, Norma ( Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Solichin, Anhar ( Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
29 Jan 2015
 
Sampai saat ini, seluruh produksi Cumi-cumi di Indonesia berasal dari hasil tangkapan di alam. Produksi cumi-cumi harus dijaga kelestariannya, maka dari itu upaya penangkapan harus diperhatikan, sehingga stok cumi-cumi di alam tetap terjaga Upaya pengamatan tentang studi hubungan panjang berat, faktor kondisi, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan fekunditas diharapkan dapat menjadi gambaran upaya yang seharusnya dilakukan untuk menjaga kelestarian sumberdaya tersebut. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara acak (random sampling) yaitu pengambilan sampel secara sistematik pada suatu populasi yang homogen. Variabel yang diukur dalam penelitian meliputi panjang mantel cumi-cumi, berat total cumi-cumi, berat gonad, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, faktor kondisi dan fekunditas. Hubungan panjang berat Photololigo chinensis selama penelitian bersifat Allometrik. Angka b pada empat kali sampling < 3 maka bersifat allometrik negatif dengan nilai faktor kondisi (Kn) 1,02 menunjukkan bentuk bersifat kurus. Tingkat kematangan gonad P. chinensis jantan pada hasil keseluruhan sampling didominasi oleh TKG I dan III dan TKG P. chinensis betina pada hasil keseluruhan sampling didominasi oleh TKG I dan IV. P. chinensis memiliki fekunditas yang cukup besar karena jumlah telurnya berkisar butir 10.010-20.365. The entire production ot the squids in  Indonesian until now is derived from catching on seas. Therefore the production of squids must be considered kept as such not to stock on nature, so stock squids on nature stay awake. Research about lenght-weight relationship, condition factor, visual maturity stages, gonadosomatic index and fecundity hopely can be done stock from that resources. Methods of sampling what used in this research is random sampling, this systematically sampling on one homogeny populate. Variable measured in research such as lenght-weight relationship, condition factor, maturity stages, gonadosomatic index, and  fecundity. Lenght-weight relationship during research. Lenght-weight relationship Photololigo chinensis is Allometric. The value of b for research < 3 then is allometric negatif  with value of condition factor (Kn) 1,02 to describe a thin body. Maturity stages male P. chinensis on the overall sampling dominated by maturity stages I and III, whole Maturity stages female P. chinensis on the overall sampling dominated by maturity stages I and IV. P. chinensis having fecundity large enough since the number of 10.010-20.365
Copyrights © 2015