Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Audit dan Akuntansi Fakultas Ekonomi (JAAKFE) > Penerapan Metode Activity Based Costing dalam Menentukan Besarnya Tarif Jasa Rawat Inap pada Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar

 

Full Text PDF (405 kb)
Jurnal Audit dan Akuntansi Fakultas Ekonomi (JAAKFE)
Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Audit dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Untan
Penerapan Metode Activity Based Costing dalam Menentukan Besarnya Tarif Jasa Rawat Inap pada Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar
Article Info   ABSTRACT
Published date:
09 Feb 2015
 
Penelitian ini bertujuan menganalisa perhitungan tarif rawat inap dengan metode Activity Based Costing System, serta membandingkannya dengan tarif sesuai Skep Kabid Dokkes Polda Kalbar. Penelitian ini dilakukan di RS Bhayangkara Polda Kalbar dengan menggunakan penelitian lapangan yang berupa pengumpulan data, wawancara dan mengolah dokumen – dokumen dari pihak rumah sakit. Data yang digunakan dalam penghitungan biaya rawat inap antara lain biaya paramedis, biaya administrasi, biaya konsumsi, biaya bahan habis pakai, biaya depresiasi gedung, dan depresiasi fasilitas. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, peneliti mengadakan penghitungan biaya rawat inap dengan metode ABC System melalui dua tahap yaitu, menelusur biaya ke aktivitas dan membebankan biaya aktivitas ke dalam produk. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dalam Skep Kabid Dokkes Polda Kalbar perhitungan harga pokok produk rumah sakit hanya mempertimbangkan biaya langsungnya saja. Dalam penghitungan tarif biaya rawat inap terdapat perbedaan antara metode yang digunakan rumah sakit dengan ABC System. Hal ini disebabkan karena pembebanan biaya overhead ke produk. Pada metode yang digunakan rumah sakit hanya dibebankan pada satu cost driver saja, sehingga menyebabkan adanya produk undercosting dan produk overcosting. Dengan ABC System mampu mengalokasikan biaya sesuai dengan konsumsi aktivitas dari masing-masing kamar, sehingga menghasilkan informasi biaya yang lebih akurat dan relevan untuk penentuan tarif, sedangkan penerapan biaya rumah sakit belum menggunakan sistem perhitungan yang jelas, karena dalam penetapan biaya RS Bhayangkara Polda Kalbar diatur oleh pihak rumah sakit. Kata kunci: biaya, activity based costing system, dan cost driver.
Copyrights © 2015