Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > EDUSAINS > POLA PEMBINAAN INTERNATIONAL JUNIOR SCIENCE OLYMPIAD (IJSO) IPA DI TINGKAT NASIONAL

 

Full Text PDF (503 kb)
EDUSAINS
Vol 6, No 1 (2014): Edusains
POLA PEMBINAAN INTERNATIONAL JUNIOR SCIENCE OLYMPIAD (IJSO) IPA DI TINGKAT NASIONAL
Yunita, Yunita ( UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
02 Mar 2015
 
Tujuan International Juniors Science Olympiad (IJSO) adalah : 1) Meningkatkan minat para siswa terhadap mata pelajaran sains (Fisika, Kimia dan Biologi) dan Matematika sejak mereka duduk di tingkat SMP, 2) Memberikan Motivasi kepada para siswa agar mereka semakin giat belajar, 3) Sebagai wahana pembinaan berkelanjutan dari lomba sains nasional untuk berkompetisi pada lomba tingkat internasional, 4) Memberikan kesempatan pada siswa untuk lebih memahami arti persaingan yang sehat dan kompetitif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan  metode deskriptif dan jenis penelitian studi kasus.  Subjek penelitian  sebanyak  45 orang siswa SMP kelas VII dan VIII . Rancangan penelitian pada tahap awal berupa seleksi siswa yang meliputi: Sekolah, ketingkat kabupaten/kota, propinsi, nasional, dan internasional, Tingkat nasional siswa diseleksi yang terbaik, dan  Pembinaan siswa dikarantina selama beberapa bulan melalui seleksi jalur Olimpiade Sains Nasional (OSN) dari mulai tingkat sekolah, kabupaten/kota, propinsi hingga tingkat nasional untuk keajang internasional sebanyak 6 siswa. Pada tahap kedua  tahap pelaksanaan pembinaan (proses)  yang  bertujuan untuk melatih keberanian  Metode pengumpulan data yang terdiri dari: penguasaan Materi Kimia  (tes harian) dan tes simulasi. Lingkup materi disampaikan secara bertahap dari konsep sederhana sampai ke tingkat yang sulit,  materi setingkat SMA di Indonesia (KTSP), dan tingkat SMA di Inggris A level.  Evaluasi kesiapan simulasi diberikan secara internal oleh tim pembina dan tim independen yang kompeten dan berpengalaman. Tahap simulasi dilakukan tiga kali. Metode pengolahan data dilakukan oleh tim pembina olimpiade yang terdiri dari tim pengajar pada di tahap awal dan tim independen di tahap akhir. Hasil akhir  diperoleh 15 medali   yang terdiri dari: 3 Emas,  5 Perak,  4 Perunggu.
Copyrights © 2015