Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Kesehatan Andalas > Pola Sensitifitas dan Resistensi Kuman Urin, Ujung Kateter dan Ujung Drain Pasien Resipient Transplantasi Ginjal di RS PGI Cikini Jakarta

 

Full Text PDF (525 kb)
Jurnal Kesehatan Andalas
Vol 1, No 1 (2012)
Pola Sensitifitas dan Resistensi Kuman Urin, Ujung Kateter dan Ujung Drain Pasien Resipient Transplantasi Ginjal di RS PGI Cikini Jakarta
Article Info   ABSTRACT
Published date:
01 Jul 2012
 
Abstrak
Latar Belakang: Infeksi masih merupakan masalah pasca transplantasi ginjal. Infeksi tersering adalah
infeksi saluran kemih. Penelitian ini untuk mengetahui angka kejadian infeksi saluran kemih, hasil kultur dan test
sensitivitas resipient transplantasi ginjal di RS Cikini Jakarta. Metodologi: Merupakan penelitian deskriptif. Data
diambil dari catatan hasil kultur dan uji sensitifitas urin, ujung kateter dan ujung drain resipien transplantasi ginjal
yang terdapat di laboratorium mikrobiologi RS PGI Cikini Jakarta antara 1 january 1999 – 31 Desember 2009 .
Hasil : Dalam periode ini terdapat 72 pasien , dari 72 pasien data yang terkumpul sebanyak 54 pasien. 18 pasien
lainnya nama dan data kulturnya tidak kami temukan di laboratoum mikrobiologi RS PGI Cikini. Semua pasien
didapatkan memiliki hasil kultur positif pada salah satu bahan: urin, ujung kateter atau ujung drain. Kejadian hasil
kultur positif pada sediaan urin ( 61,11%), ujung kateter ( 68,51% ) dan ujung drain ( 70,37 %). Kuman paling
sering dari urin adalah E. Coli (14,8% ), dari ujung kateter adalah S. Epidermidis (16,3 %) dan dari ujung drain S.
Aureus (16,3%) . Antibiotik yang paling sensitif untuk infeksi dari urin dan ujung kateter adalah meropenem
(76,10%), dan (79%), sedangkan untuk ujung drain adalah imipenem (76%). Kesimpulan : Kuman tersering yang
tumbuh pada sediaan urin adalah E. Coli sedangkan dari ujung kateter S Epidermidis dan ujung drain S Aureus.
Meropenem adalah pilhan pertama untuk infeksi dari urin atau ujung kateter dan imipenem untuk infeksi dari ujung
drain.
Kata kunci: Kultur: urin, ujung kateter dan ujung drain, resipient transplant
Abstract
Background: Infection is still problem among resipient kidney transplant. Urinary tract infection is the
most common site of infection. The Aim is to Study incidence of urinary tract infection and studying sensitivity and
resistace of bacteria from urine, catheter tip and tip of drain from recipient kidney transplant at Cikini Hospital
Jakarta. Methods: This is descriptive study. Data from medical record of recipient kidney transplant and resistance
and sensitivity data from microbiology Laboratory Cikini Hospital Jakarta. Results : There were 54 data from 72
patient’s. Most of patient was man (74,1 % ). All Of patient (100 %) with positive result from one of sample : urine,
tip of catheter or tip of drain. Group of age 31-40 years is the most often group whose transplanted. Incidence of
positive urine culture (61,11% ), tip of catheter (68,51%) and tip of drain (70,37 %). The most common bacteria
from urine was E. Coli (14,8% ) from tip of urine catheter was S. Epidermidis (16,3 %) and tip of drain S. Aureus
(16,3%). Most sensitive antibiotic from urine culture and tip of urine catheter was meropenem (76,10%) and (79%)
and tip of drain was imipenem (89%). Conclusions : The most common bacteria from urine was E. Coli, tip of
urine catheter was S. Epidermidis and tip of drain was S Aureus. Meropenem is the most sensitive antibiotic for
urine infection and imipenem for infection from tip of drain.
Keywords: Culture of Urine, tip of urine catheter and tip of drain, recipient transplant of kidney
Copyrights © 2012