Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Forum Ilmiah > Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Buang Air Besar Masyarakat Nelayan di Kampung Garapan Desa Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang Propinsi Banten

 

Full Text PDF (88 kb)
Forum Ilmiah
Vol 11, No 3 (2014): Forum Ilmiah
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Buang Air Besar Masyarakat Nelayan di Kampung Garapan Desa Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang Propinsi Banten
Triyono, Agus ( Fikes Universitas Esa Unggul)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
10 Apr 2015
 
Sebagaimana negara-negara berkembang lainnya, Indonesia pada saat ini juga menghadapi masalah di bidang sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Dari berbagai kabupaten diperoleh informasi bahwa di pedesaan masalah yang krusial adalah kebiasaan buang air besar sembarangan atau open defecation. Perilaku ini berakibat secara langsung/tak langsung pada terkontaminasinya sumber air minum maupun terjadinya pencemaran ulang (rekontaminasi) pada sumber air dan makanan yang disantap di rumah. Praktek buang air besar sembarangan diartikan menjadi buang air besar sembarang tempat dan membiarkan tinjanya pada tempat terbuka. Penyakit berbasis lingkungan khususnya yang berkaitan dengan air (related-water borne diseases) seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, kecacingan dan polio,  masih mendominasi prevalensi penyakit di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah belum diterapkannya perilaku hidup bersih dan sehat; masyarakat masih berprilaku buruk dan tidak sehat seperti buang air besar sembarangan (BABS/Open Defecation) antara lain di kebun, sungai, dan lokasi sejenisnya. Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang adalah salah satu desa nelayan di propinsi Banten. Pemukiman lingkungan pantai di pesisir pantai Tanjung Pasir identik dengan masyarakat nelayan dan lingkungan kumuhnya. Daerah pantai Kecamatan Teluk Naga ini sudah tercemar dan sangat kotor. Sebagian masyarakat Desa Tanjung Pasir masih belum mempunyai kesadaran yang kuat untuk menjaga kesehatan lingkungan, hal ini terlihat dari tingginya masyarakat yang BAB sembarangan yaitu sekitar 60 % dari jumlah penduduk. Baru sekitar 40% masyarakat Desa Tanjung Pasir yang sudah memiliki jamban sendiri, selebihnya menggunakan MCK umum dan BAB sembarangan. Buang air besar  sembarangan di Desa Tanjung Pasir dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor pengetahuan, pendidikan, sosial ekonomi, geografis (letak rumah), kebiasaan (habit) dan lain-lainnya. Data puskesmas tersebut menyebutkan bahwa penyakit ISPA dan diare masuk ke dalam data bulanan sepuluh besar penyakit yang ada di masyarakat.   Dari tahun 2011 hingga 2013, jumlah penderita ISPA dan diare mengalami  kenaikan 4-5% setiap tahunnya, hal ini diakibatkan oleh faktor lingkungan yang sudah tercemar, yang salah satunya disebabkan oleh BAB sembarangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan disain potong lintang (Crosssectional Design). Jenis penelitian ini mempelajari dinamika hubungan atau korelasi antara faktor-faktor resiko dengan dampaknya. Faktor resiko dan dampaknya diobservasi pada saat yang bersamaan, artinya setiap subjek penelitian diobservasi hanya satu kali saja dan faktor resiko serta dampak diukur menurut keadaan atau status pada saat diobservasi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat RT 01 dan 02 yang tinggal di Kampung Garapan Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang Propinsi Banten yaitu berjumlah lebih kurang 254  Kepala Keluarga (KK).  Penelitian ini hanya mengambil populasi satu dusun  dari enam dusun yang ada di Desa Tanjung Pasir. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang buang air besar sembarangan adalah buruk (53,7%), penghasilan keluarga pada masyarakat adalah rendah (56,5%),  ketersediaan sarana air bersih dan jamban pada masyarakat dinyatakan sudah tersedia oleh sebagian besar masyarakat (65,2%), dan peran petugas kesehatan pada masyarakat dinyatakan tidak ada oleh sebagian besar masyarakat (55,1%). perlu dilakukan kegiatan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan,  penghasilan keluarga, sarana air bersih dan jamban dan peran petugas kesehatan  supaya masyarakat secara sadar mau merubah perilaku buang air besar sembarangan menjadi buang air besar di jamban. Kata kunci: BAB sembarangan, open defecatio, water borne diseases
Copyrights © 2015