Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > SAINTEKS > ANALISIS LOW FLOW MENGGUNAKAN MODEL HEC-HMS 3.1 UNTUK KASUS SUB DAS KRANGGAN

 

Full Text PDF (327 kb)
SAINTEKS
Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Sainteks Volume XI No 1 Maret 2014
ANALISIS LOW FLOW MENGGUNAKAN MODEL HEC-HMS 3.1 UNTUK KASUS SUB DAS KRANGGAN
Marhendi, Teguh ( Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. Raya Dukuh Waluh PO BOX 202 Purwokerto 5318)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
04 Mar 2014
 
Pengalihragaman hujan menjadi aliran (Rainfall-runoff transformation), merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Input hujan mengandung variabilitas ruang dan waktu yang sangat tinggi serta tidak dapat diperkirakan untuk beberapa waktu ke depan. Dengan demikian akan memerlukan analisis hidrologi yang sangat kompleks serta memerlukan hitungan  yang sangat banyak. Analisis yang dapat dilakukan adalah dengan mengandaikan suatu proses transformasi terjadi mengikuti kondisi tertentu. Kondisi atau aturan ini yang kemudian dikenal sebagai model hidrologi. Tulisan ini mencoba menganalisis low flow pada Subdas Kranggan di Borobudur menggunakan Software HEC-HMS 3.1. Software HEC-HMS3.1  (Hydrologic Modelling System) dirancang untuk menghitung proses hujan–aliran suatu sistem DAS. Software ini dikembangkan oleh Hydrologic Engineering Center (HEC) dari US Army Corps of Engineering (2005),  yang merupakan pengembangan dari HEC-1. Dalam HEC-HMS 3.1 terdapat fasilitas kalibrasi, kemampuan simulasi model distribusi, model kontinyu dan  kemampuan membaca data GIS.  Berdasarkan analisis sensitivitas, parameter surface capacity dan max infiltration rate memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap perubahan hasil kalibrasi apabila kedua parameter tersebut diubah besarannya. Perubahan hasil kalibrasi akibat sensitivitas parameter surface capacity dan max infiltration rate menunjukkan bahwa parameter ini sangat sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sub DAS tersebut atau besaran parameter ini sangat mempengaruhi sistem aliran air tahunan pada Sub DAS tersebut. Kata Kunci: Low flow, HEC-HMS 3.1, Subdas Kranggan
Copyrights © 2014