Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Bioterdidik > DESKRIPSI KEMAMPUAN GURU IPA DI SMP NEGERI BANDAR LAMPUNG DALAM MENGELOLA LABORATORIUM

 

Full Text PDF (230 kb)
Jurnal Bioterdidik
Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Bioterdidik
DESKRIPSI KEMAMPUAN GURU IPA DI SMP NEGERI BANDAR LAMPUNG DALAM MENGELOLA LABORATORIUM
Article Info   ABSTRACT
Published date:
07 May 2015
 
The effective laboratory management was one factor that determine the learning process based on practical laboratory. Teacher who  has important influence on practical should manage laboratory optimally. The purpose to determine the ability of junior high school science teachers to manage laboratory. The samples were six junior high school in Bandar Lampung which was taken by purposive sampling. This research used descriptive analysis and observe four aspects: laboratory management as practical place, practical planning, practical implementation, and knowledge about authentic assessment. The result showed that the ability of junior high school science teachers have value 37,3. One school have good criteria and the other have very bad criteria. The conclusion is teachers ability in manage laboratory have bad criteria in laboratory management as practical place, planning, authentic assessment, and have very bad criteria in practical implementation. Pengelolaan laboratorium yang efektif merupakan salah satu faktor yang menentukan proses pembelajaran berbasis praktikum. Guru yang memiliki peranan penting dalam praktikum harus dapat mengelola laboratorium secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan guru dalam mengelola laboratorium. Subjek penelitian, yaitu enam SMP negeri Bandar Lampung dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan deskriptif sederhana dan mengamati empat aspek, yaitu: pengelolaan laboratorium sebagai tempat praktikum, perencanaan, pelaksanaan praktikum, dan penilaian autentik. Hasil observasi menunjukan bahwa rata-rata kemampuan guru dalam mengelola laboratorium memiliki nilai 37,3. Satu sekolah memiliki kemampuan kriteria baik sedangkan sekolah lainnya memiliki kriteria sangat kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan guru dalam mengelola laboratorium sebagai tempat praktikum, perencanaan dan penilaian autentik memiliki kriteria kurang sedangkan kemampuan melaksanakan praktikum berkriteria sangat kurang. Kata kunci: kemampuan guru, SMP, mengelola laboratorium
Copyrights © 2015