Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Majalah Kulit, Karet, dan Plastik > Penggunaan ekstrak kayu nangka (artocarpus heterophyllus) sebagai bahan pewarna untuk kulit

 

Full Text PDF (1,541 kb)
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Penggunaan ekstrak kayu nangka (artocarpus heterophyllus) sebagai bahan pewarna untuk kulit
Article Info   ABSTRACT
Published date:
19 Dec 2001
 
The objective of this experiment was to evaluate the effect Alum content and time of mordanting on the rub fastness. Natural dyes from wood dyes Artocarpus heterophyllus haved an intermediate acid resistance (acetic acid), a good alkali resistance (natrium carbonat0 but they had very low sulphur acid resistance and low formic acid resistence. Natural dyes from wood dyes Artocarpus heterophyllus could be used as colouring matter on goat skin distributed throughout the substance of the fibre goat skin. Their rub fastness was a good (dry and wet). The variation of amounts alum (1%, 2%, 3%) and treatment of mordanting (before and during dyeing) did not influence on rub fastness (dry and wet). INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi kadaralum dan perlakuan mordanting terhadap ketahanan gosok cat. Zat warna alam dari ekstrak kayu nangka (Artocarpus heterophyllus) mempunyai ketahanan terhadap asam asetat cukup baik dengan nilai  pada skala grey scale tetapi ketahanan terhadap asam sulfat dan asam formiat kurang baik (nilai  1 dan nilai 2). Ketahanan terhadap basa (Natrium carbonat) menunjukkan hasil yang baik dengan nilai 4 pada skala grey scale. Zat warna alam tersebut dapat menyerang baik pada jaringan kulit kambing dan menghasilkan warna yang baik terhadap ketahanan gosok cat baik secara kering maupun secara basah. Perlakuan variasi kadar alum (1%, 2%, 3%) dan perlakuan mordanting (sebelum dan selama pewarnaan) tidak mempengaruhi ketahanan warna terhadap gosokan kering dan basah. 
Copyrights © 2001