Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Semantik > Aplikasi Surat Tilang Berbasis Android Menggunakan Teknologi Near Field Communication (NFC)

 

Full Text PDF (877 kb)
Semantik
Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Aplikasi Surat Tilang Berbasis Android Menggunakan Teknologi Near Field Communication (NFC)
Rusdi, Ridar ( Jurusan Teknik Informatika Politeknik Caltex Riau)
Wibowo, Ardianto ( Jurusan Teknik Informatika Politeknik Caltex Riau)
Lulu W, Yohana Dewi ( Jurusan Sistem Informasi Politeknik Caltex Riau)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
19 May 2015
 
Surat tilang merupakan media untuk menyimpan informasi pelanggaran lalu lintas yang diberikan oleh polisi kepada pelanggar lalu lintas. Surat tilang saat ini masih menggunakan media kertas dengan tulisan tangan yang mempunyai banyak kelemahan seperti rusak, koyak ataupun basah dan hancur. Untuk menyelesaikan hal tersebut, salah satunya digunakanlah teknologi Near Field Communication (NFC). NFC adalah teknologi yang terdapat didalam perangkat mobile yang memungkinkan penggunanya membaca dan mengirim data ke dalam tag atau kartu RFID. Penggunaan teknologi NFC dan kartu RFID dapat dimanfaatkan untuk membuat sebuah aplikasi surat tilang berbasis Android. Surat tilang ditulis melalui perangkat Android, kemudian data su rat tilang disimpan kedalam kartu RFID pelanggar. Selanjutnya pelanggar akan memberikan kartu RFID kepada hakim saat persidangan. Hakim dengan menggunakan perangkat Android-nya dapat membaca data surat tilang yang terdapat di dalam kartu RFID pelanggar. Pada aplikasi ini didukung juga oleh aplikasi  untuk manajemen data tilang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa aplikasi surat tilang yang baik, efisien dan saling terintegrasi. Hasil yang didapatkan adalah sebanyak 86% polisi dan 92% hakim menyatakan bahwa sistem ini me mudahkan dalam melakukan proses tilang dan proses sidang tilang. Persentase pelanggar lalu lintas menyatakan bahwa sistem ini lebih baik dari penggunaan kertas adalah sebanyak80%.
Copyrights © 2015