Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) > IMPLEMENTASI SKEMA STEGANOGRAFI DENGAN METODE SELECT LEAST SIGNIFICANT BITS (SLSB) PADA PESAN TERENKRIPSI UNTUK PENGIRIMAN MMS

 

Full Text PDF (118 kb)
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Vol 1, No 2 (2012): Network And Security
IMPLEMENTASI SKEMA STEGANOGRAFI DENGAN METODE SELECT LEAST SIGNIFICANT BITS (SLSB) PADA PESAN TERENKRIPSI UNTUK PENGIRIMAN MMS
Nurkifli, E. Haodudin
Winarko, Edi ( Program Studi Monodisiplin S2/S3 Ilmu Komputer UGM)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
09 Jul 2015
 
Penelitian ini membahas steganografi dengan skema Select Least Significant Bits (SLSB), pesan teks yang akan disisipkan berupa pesan asli, pesan terkompresi, pesan terenkripsi, pesan terkompresi dan terenkripsi. Algoritma enkripsi menggunakan algoritma Elgamal Elliptic Cruve Cryptography (Elgamal ECC) dan algoritma kompresi menggunakan algoritma Huffman Code. Proses-proses yang ada pada sistem: proses penyisipan satu bit perpixel, dua bit perpixel dan tiga bit perpixel. Pengujian kebutuhan bit pesan asli 150 karakter ≈ 200 bit, penghematan bit setelah dilakukan kompresi mencapai 50.8%, penambahan bit setelah dilakukan enkripsi rata-rata mengalami penambahan lima kali lipat dari pesan asli, pesan terkompresi dan terenkripsi mengalami reduksi penghematan bit mencapai 55.32 %, kebutuhan bit dari Tree pembentuk Huffman Code rata-rata 12464 bit .Pengujian untuk mengetahui kehandalan gambar steganografi: Analisis histogram, RS Analisis, dan pengujian kualitas citra. Pengujian dengan histogram tidak mampu mendeteksi gambar steganografi, pengujian pada gambar bertipe bitmap seluruh histogram dari gambar hasil steganografi tidak jauh berbeda dengan histogram gambar asli. Pengujian juga dilakukan dengan menggunakan RS Analisis untuk mengetahui prosesntase nilai estimasi pendeteksian pesan yang disisipkan pada gambar. Hasil pengujian dengan RS Analisis, gambar steganografi dengan gambar asli memiliki nilai estimasi yang tidak jauh berbeda. Pengujian yang terakhir menggunakan pengujian kualitas citra secara obyektif berdasarkan batas error pada citra. Parameter pengujian kualitas citra: Mean Sequare Error (MSE), Peak Signal to Noise Ratio (PSNR in dB), Normalized Cross-Correlation (NCC), Average Difference (AD), Structural Content (SC), Maximum Difference (MD), Normalized Absolute Error (NAE). Pengujian kualitas citra menunjukkan semua gambar steganografi memiliki nilai batas error yang tidak jauh berbeda dengan nilai batas error dari gambar asli.
Copyrights © 2015