Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) > MODEL NUMERIKAL RESERVOIR SISTEM PANASBUMI PADA DAERAH TOPOGRAFI RELATIF DATAR UNTUK MENCARI KONDISI NATURAL STATE DAN MENGANALISA SENSITIVITAS PANAS PADA RESERVOIR MENGGUNAKAN SOFTWARE TOUGH2

 

Full Text PDF (998 kb)
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation
MODEL NUMERIKAL RESERVOIR SISTEM PANASBUMI PADA DAERAH TOPOGRAFI RELATIF DATAR UNTUK MENCARI KONDISI NATURAL STATE DAN MENGANALISA SENSITIVITAS PANAS PADA RESERVOIR MENGGUNAKAN SOFTWARE TOUGH2
Richard K, Frans
Suharsono, H. Suharsono ( UPN “Veteran” Yogyakarta Jln SWK Ring Road Utara Condong Catur 55283)
Nandiwardhana, Damar ( UPN “Veteran” Yogyakarta Jln SWK Ring Road Utara Condong Catur 55283)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
06 Jul 2015
 
Telah dilakukan pemodelan reservoir menggunakan software Tough2 dengan data sintetik, berupa data permeabilitas dan pororsitas. Dimana terdiri dari 4 lapisan, yaitu lapisan overburden, lapisan clay caps, lapisan recharge area + lapisan reservoir (berada pada lapisan yang sama), dan lapisan basement dengan tujuan untuk menganalisa sensitivitas panas, serta untuk mencari kondisi natural state (natural state merupakan kondisi setimbang, yaitu dimana kondisi tekanan, temperatur dan kondisi reservoirnya tidak berubah terhadap waktu).Dari hasil pemodelan reservoir oleh Tough2 didapat bahwa kondisi natural state selama 2,20857E+4 tahun, dimana terjadi penurunan suhu dari kondisi natural state tanpa sumur produksi berbanding kondisi natural state dengan sumur produksi, dimana suhu pada saat kondisi natural state tanpa sumur produksi sebesar 245OC dan suhu pada saat kondisi natural state dengan sumur produksi sebesar 235OC pada kedalaman 1350 m. Sedangkan untuk penggunaan rate 20 kg/s, 25 kg/s, 30 kg/s dan 35 kg/s untuk melihat sensitivitas heat nya, didapatkan bahwa semakin besar nilai rate yang dipakai dalam suatu sumur produksi, maka akan menurunnya nilai temperatur di sumur produksi tersebut.
Copyrights © 2015