Logo IPI  
Journal > Biotropika > ANALISIS KADAR LUTEINIZING HORMONE (LH) PADA SERUM SAPI FRIESIAN HOLSTEIN POST PARTUM DENGAN PENAMBAHAN SELENIUM DAN VITAMIN E

 

Full Text PDF (183 kb)
Biotropika
Vol 3, No 3 (2015): JURNAL BIOTROPIKA
ANALISIS KADAR LUTEINIZING HORMONE (LH) PADA SERUM SAPI FRIESIAN HOLSTEIN POST PARTUM DENGAN PENAMBAHAN SELENIUM DAN VITAMIN E
Article Info   ABSTRACT
Published date:
29 Jul 2015
 
ANALISIS KADAR LUTEINIZING HORMONE (LH) PADA SERUM SAPI FRIESIAN HOLSTEIN POST PARTUM DENGAN PENAMBAHAN SELENIUM DAN VITAMIN E   Ririn Dwi Prasetiani1), Sri Rahayu2), Aris Soewondo3) 1),2),3) Laboratorium Biomolekuler dan Seluler, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia. E-mail: ririndwi68@yahoo.com ABSTRAK Sapi Friesian Holstein (FH) merupakan bangsa sapi yang memiliki produksi susu tertinggi dibandingkan bangsa-bangsa sapi perah lainnya. Banyak peternak yang menginginkan peningkatan produktifitas sapinya dengan asumsi setiap 1 ekor sapi setidaknya melahirkan 1 ekor anak sapi setiap tahun. Namun banyak masalah yang ditimbulkan pada sapi postpartum, salah satunya akibat peningkatan radikal bebas pada tubuh sapi postpartum, sehingga asumsi tersebut tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian selenium dan vitamin E secara intramuskular terhadap kadar Luteinizing Hormone (LH) serum sapi FH postpartum. Hewan coba yang digunakan adalah 6 ekor sapi bunting 7 bulan yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing 3 ekor untuk kelompok kontrol (P0/ tidak diinjeksi selenium dan vitamin E) dan perlakuan (P1/di injeksi sodium selenite 1,5 mg/ml + vitamin E 50 mg/ml). Injeksi dilakukan 5 kali yaitu saat sapi bunting 7 bulan, 8 bulan, saat 2 minggu sebelum melahirkan, 7 hari dan 14 hari setelah melahirkan. Pengambilan serum untuk pengujian kadar LH dilakukan dua kali dari masing-masing hewan coba, yaitu pada 25 hari dan 45 hari postpartum. Pemeriksaan kadar LH dilakukan dengan teknik ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sodium selenite 1,5 mg/ml + vitamin E 50 mg/ml cenderung menyebabkan peningkatan LH serum sapi FH pada 25 dan 45 hari postpartum.   Kata kunci: LH, sapi FH, selenium, vitamin E ABSTRACT Holstein Friesian dairy cows (FH) is a group of cows that have the highest milk production compared to other dairy cattle groups. Many farmers want to increase the productivity of the cow with the assumption that every one cow give birth to at least 1 cow each year. But many problems caused in postpartum cows, one of which is due to the increase of free radicals in the postpartum cows body, so the assumptions are not met. This study was conducted to analyze the effect of selenium and vitamin E intramuscularly in LH levels serum of dairy cow FH postpartum. There are 6 cows divided into two groups, 3 cows for each group. First group is control (P0) which no administration of sodium selenite and vitamin E, and second group is treatment (P1) that intramuscularly injected of sodium selenite 1.5 mg/ml + vitamin E 50 mg/ml). Injection of selenium and vitamin E conducted 5 times when 7 months, 8 months cows gestation, two weeks before calving, seven days after calving and 14 days after calving. Serum sampling for testing levels of LH take in 25 days and 45 days postpartum on each cows. The level of LH was conducted by ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). The results showed that administration of sodium selenite 1.5 mg/ml + vitamin E 50 mg/ml causes increased LH levels serum that taken 25 days, 45 days postpartum.   Keywords: dairy cow FH, LH, selenium, vitamin E
Copyrights © 2015