Logo IPI  
Journal > Jurnal Hortikultura Indonesia > Peningkatan Mutu Bibit Torbangun (Plectranthus amboinicus Spreng.) dengan Pemilihan Asal stek dan Pemberian Auksin

 

Full Text PDF (267 kb)
Jurnal Hortikultura Indonesia
Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia
Peningkatan Mutu Bibit Torbangun (Plectranthus amboinicus Spreng.) dengan Pemilihan Asal stek dan Pemberian Auksin
Article Info   ABSTRACT
Published date:
18 Aug 2015
 
ABSTRACTTorbangun or Bangun-bangun (Plectranthus amboinicus), is an  indigenous plant. Its leaves isused as herbal plant. Torbangun propagation is done vegetatively by cutting.  The purpose of this research was to determine the best combination of cutting method and auxin concentration, in order to achieve  vigorous seedlings. This research was conducted at Biofarmaka, IPB, from January until March 2014. It consisted of 2  experiments  arranged in Completely Randomized Block Design.  First experiment  consisted  of  3  kinds  of  cuttings  and  3  kinds  of auxin  concentrations  as  treatments.Second experiment was continuation of the first experiment. Second experiment consisted of 3 kindsof  bud  cutting length  and 3  kinds  of auxin  concentrations  as treatments. The result of this researchshowed  that the best cutting treatments  was cutting of  7.0  cm  in length. All concentrations  of auxin did not affect to cutting’s variables.Keywords: cutting methods, seed quality, Plectranthus amboinicus ABSTRAKTorbangun atau Bangun  bangun (Plectranthus amboinicus)  adalah tanaman indigenous yang daunnya  dapat digunakan sebagai tanaman obat.  Perbanyakan tanaman torbangun masih dilakukan secara vegetatif, yaitu menggunakan stek batang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan asal stek  dan konsentrasi auksin yang tepat sehingga  menghasilkan stek yang vigor. Penelitian ini telah  dilaksanakan  pada  bulan  Januari  sampai  dengan  Maret di  Biofarmaka,  IPB.  Penelitian  ini terdiri atas 2 percobaan dan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak faktorial. Percobaan 1  memiliki  2  faktor perlakuan,  yaitu  asal  stek  dan  konsentrasi  auksin.  Percobaan  2  terdiri atas  2 faktor  perlakuan, yaitu panjang stek dan konsentrasi auksin.  Hasil analisis data  mulai  minggu ke 3 sampai dengan  minggu  ke 7  setelah tanam menunjukkan bahwa  stek asal pucuk  dengan panjang 7 cm  adalah  stek yang paling baik untuk digunakan.  Konsentrasi auksin pada ke  dua percobaan tidak berpengaruh nyata pada semua tolok ukur keberhasilan stek torbangun.Kata kunci: metode stek, mutu bibit, Plectranthus amboinicus
Copyrights © 2015