Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Hortikultura Indonesia > Induksi Kalus Tiga Kultivar Lili dari Petal Bunga pada Beberapa Jenis Media

 

Full Text PDF (410 kb)
Jurnal Hortikultura Indonesia
Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Hortikultura Indonesia
Induksi Kalus Tiga Kultivar Lili dari Petal Bunga pada Beberapa Jenis Media
Kurniati, Ridho ( Balai Penelitian Tanaman Hias, Cianjur)
Purwito, Agus ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor)
Wattimena, GA ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor)
Marwoto, Budi ( Balai Penelitian Tanaman Hias, Cianjur)
Supenti, , ( Balai Penelitian Tanaman Hias, Cianjur)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
23 Jun 2015
 
ABSTRACTLilium is usually propagated vegetatively by using bulb scales  or bulbs. Based on the totipotency ability  of  every  parts  of  plant,  it  is  possible  to  regenerate  them  into  plantlets.  The  objective  of  the experiment was to find out micropropagation technique of lily  by  using petal  of  three cultivars of liliumas explants. Different stages  of developing flower buds was used in this research. The best medium for callus induction was Murashige & Skoog (MS)  + 0.3  mg  l-1TDZ. The stage of flower bud  development D2  (diameter flower bud was 2.15 cm and 7 cm  in  length) of  ‘Frutty Pink’  cultivar  was  more responsiveon callus induction media than other cultivars (‘Sorbon’ and ‘Purple Diamond’).Key words: TDZ (thidiazuron),lilium, callus induction, flower, explant.ABSTRAKLilium  biasanya  diperbanyak  secara  vegetatif  dengan  umbi  sisik  atau bulb.  Berdasarkan  pada kemampuan totipotensi dari setiap bagian tanaman, dimungkinkan untuk meregenerasikan tanaman dari berbagai bagian tanaman menjadi planlet. Tujuan percobaan adalah menemukan teknik mikropropagasi lili  menggunakan  petal  tiga  kultivar  lili  sebagai  eksplan.  Stadia  perkembangan  bunga  yang  berbeda digunakan  dalam  penelitian  ini.  Media  yang  terbaik  untuk  induksi  kalus  adalah  media  Murashige  & Skoog (MS) +0.3 mg  l-1TDZ. Stadia perkembangan tunas bunga D2  dengan diametertunas bunga 2.15 cm  dan panjang bunga 7 cm  dari kultivar  ‘Frutty Pink’  lebih responsif dalam induksi   kalus dibanding kultivar lainnya (‘Sorbon’ dan ‘Purple Diamond’).Kata kunci: TDZ (thidiazuron), Lilium, induksi kalus, bunga, eksplan.
Copyrights © 2015