Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Hortikultura Indonesia > Perbandingan Pola Pita Isoenzim 15 Aksesi Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Berbiji dan Tidak Berbiji dan Hubungan Kekerabatannya

 

Full Text PDF (392 kb)
Jurnal Hortikultura Indonesia
Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Hortikultura Indonesia
Perbandingan Pola Pita Isoenzim 15 Aksesi Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Berbiji dan Tidak Berbiji dan Hubungan Kekerabatannya
Article Info   ABSTRACT
Published date:
23 Jun 2015
 
ABSTRACTThere are many pummelo accessions in Indonesia, some of them are seedless. The objective of this work  was  to  compare  isoenzyme  banding  patterns  and to  assess  the  genetic  similarity  of  seeded  and seedless pummelo accessions. Electrophoresis analysis of proteins extracted from leaf tissues was uti lized to detect polymorphisms i.e. five isoenzymes  (esterase (EST), peroxidase (PER), malate dehydrogenase (MDH), acid phosphatase (ACP) and aspartate amino transferase (AAT). Based on principal component analysis, characters having the  main role in classifying pummelo accessions were MDH (Rf 0.14 and Rf 0.27)  and  ACP  (Rf  0.24  and  Rf  0.33). The accessions  showed  high  range  genetic  similarity  (28.6-94.7%), and at similarity coefficient 0.53  they  were classified into seeded and seedless  groups. It was concluded  that  isoenzymes  can  be  used  as  markers  in  differentiating seeded  and  seedless  pummelo accessions.Key words: genetic similarity, electrophoresis, marker, principal component analysis, polymorphismABSTRAKIndonesia memiliki banyak aksesi pamelo, baik yang berbiji maupun tidak berbiji. Penelitian ini bertujuan  untuk  membandingkan  pola  pita  isoenzim dan  mengetahui  keanekaragaman  genetik  antar aksesi  pamelo  berbiji  dan tidak  berbiji.  Analisis  isoenzim untuk  mendeteksi  polimorfisme dilakukan dengan  cara  elektroforesis  menggunakan  lima  sistem  enzim, yaitu  esterase  (EST),  peroksidase  (PER), malat dehidrogenase (MDH), asam fosfatase (ACP) dan aspartat amino transferase (AAT). Hasil analisis komponen utama  menunjukkan  bahwa  karakter  yang  berperan  penting  dalam pengelompokan  aksesi pamelo adalah MDH (Rf 0.14 dan Rf 0.27) dan ACP (Rf 0.24 dan Rf  0.33). Tingkat kesamaan genetik aksesi pamelo berkisar antara 28.6-94.7%, dan pada koefisien kemiripan 0.53 aksesi pamelo dibedakan atas kelompok berbiji dan tidak berbiji.  Dengan demikian isoenzim dapat digunakan sebagai penanda dalam membedakan aksesi pamelo berbiji dan tidak berbiji.Kata kunci: kemiripan genetik, elektroforesis, penanda, analisis komponen utama, polimorfisme
Copyrights © 2015