Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > MEDIKORA > TERAPI LATIHAN PASCACEDERA BAHU

 

Full Text PDF (2,997 kb)
MEDIKORA
Vol. V, No. 2, Oktober 2009
TERAPI LATIHAN PASCACEDERA BAHU
Article Info   ABSTRACT
Published date:
30 Jun 2015
 
Cedem merupakan masalah yang sulit dihindari oleh olahragawan, baikdi dalam kompetisi maupun di saat latihan. Beberapa kasus, cedera membuatseorang olahragawan terpaksa harus pensiun dini dari dunia olahraga prestasi.Cedera diakibatkan oleh kekuatan luar yang menimpa tubuh, melebihidaya tahan jaringan tubuh. Cedera bisa mengenai otot dan tendon, sendidan ligamen, tulang, serta saraf.Berbagai model terapi latihan unmk rehabilitasi cedera sudah diteliti.Model Terapi Larihan untuk cedera bahu dan lengan telah banyak ditelitidan terbukd bermanfaat dalam memulihkan cedera, baik secara subjektifmaupun objektif komponen dasar terapi latihan melipuri latihan fleksibiiitasdan ROM, latihan kekuatan dan daya tahan otot, serta latihan proprioseptif,koordinasi, dan kelincahan.Hasil Latihan dapat diketahui adanya peningkatan fleksibiiitas atauRange of Movement (ROiVI), kekuatan, dan daya tahan otot. Untuk unsur kekuatandapat dinilai dari kemampuannya melawan beban, baik mendorong,menarik, mengangkat, maupun menekan. Untuk daya tahan otot dapat dinilaidari kemampuannya melakukan usaha secara berulang-ulang, sedangkanuntuk fleksibiiitas dinilai dari kemampuannya menusuri kisaran gerak sendi.Besarnya kisaran gerak sendi pada saat tidak cedera dapat menjadi targethasil latihan, dan secara rinci tersaji sebagai berikut: (1) fleksi ke depan: 0 -180 derajat, (2) ekstensi: 0 - 7 0 derajat, dan (3) adduksi: 0 - 4 5 derajatKata kunci: Cedera, Terapi Latihan
Copyrights © 2015