Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan > PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

 

Full Text PDF (592 kb)
Jurnal Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan
Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Ikatan Alumni Fisika Unimed Edisi Oktober 2015
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
Article Info   ABSTRACT
Published date:
25 Oct 2015
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inquiry TrainingJenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian  adalah seluruh siswa kelas VII MTs Aisyiyah Medan  T.P 2014/2015yang terdiri dari 3 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 47,75 dan nilai rata-rata kelas kontrol 47,42.Sebelum dilakukan model pembelajaran berbasis masalah menggunakan media petakonsep, kemampuan awal kedua kelompok siswa sama.Setelah model pembelajaran selesai diberikan, diperoleh postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen75,85dan kelas kontrol 63,28. Data pretes dan postes telah memenuhi uji prasyarat, yaitu uji normalitas dan homogenitas dengan taraf signifikansi α = 0,05, sehingga hasil uji t pretes memiliki kesamaan rata-rata dan uji t postes menyatakan ada perbedaan akibat  pengaruh model pembelajaran Inquiry Training terhadap hasil belajar fisika siswa.Selain berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, model pembelajaran Inquiry Training juga meningkatkan aktivitas belajar siswa yang dapat diamati dengan peningkatan aktivitas dari pertemuan pertama sampai pertemuan kedua .Dari hasilpengamatan yang dilakukanoleh observer, diperoleh bahwa rata-rata peningkatan aktivitas siswa cukup baik dari pertemuan I dengan kategori cukup aktif ke pertemuan II dengan kategori aktif.
Copyrights © 2015