Logo IPI  
Journal > PAROLE - Journal of Linguistics and Education > PELANGGARAN KESOPANAN BERBAHASA DALAM KOMUNIKASI POLITIK PADA PEMILIHAN GUBERNUR SULAWESI SELATAN 2013

 

Full Text PDF (364 kb)
PAROLE - Journal of Linguistics and Education
Volume 5 Number 1 April 2015
PELANGGARAN KESOPANAN BERBAHASA DALAM KOMUNIKASI POLITIK PADA PEMILIHAN GUBERNUR SULAWESI SELATAN 2013
Yusri, Yusri ( Gadjah Mada University)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
07 Sep 2015
 
This study aims at describing the violations of the politeness principles committed by the South Celebes governor candidates in 2013 and their factors. This is qualitative research with a pragmatic approach. The data are a written record of the utterances of the South Celebes governor candidates, which violates the maxim of politeness principles. The data were taken from the largest print media in South Celebes, namely the Daily Dawn and East Tribune during the last 4 months including April, May,  June,  and July before the governatorial election. The result shows that the violation mostly happens to the maxim of simplicity.  The modesty may arise when the opponents  violating the maxim. It is to respond or denigrate the other political opponents who are trying to improve their image by praising themselves. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran kesopanan berbahasa yang dilakukan oleh calon gubernur Sulawesi Selatan dalam komunikasi politik menjelang pemilihan gubernur 2013 serta faktor- faktornya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data  penelitian ini ialah data tertulis tuturan para calon gubernur Sulawesi Selatan yang tidak sesuai dengan prinsip kesopanan berbahasa. Sumber data adalah media cetak terbesar di Sulawesi Selatan, yakni Harian Fajar dan Tribun Timur yang terbit selama 4 bulan terakhir, yaitu: April, Mei, Juni dan Juli sebelum pemilihan gubernur.  Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) sebagian besar pelanggaran terjadi  pada  maksim kesederhanaan dan 2)  pelanggaran terjadi karena kandidat lainnya juga melanggar. Tuturan itu berfungsi untuk menanggapi ataupun berusaha menjatuhkan lawan politiknya yang  mencoba meningkatkan citranya  dengan memuji dirinya sendiri.
Copyrights © 2015