Logo IPI  
Journal > PAROLE - Journal of Linguistics and Education > MAKNA BAHASA PROPAGANDA DALAM WACANA (SPANDUK DAN BALIHO) TUNTUTAN OTONOMI KHUSUS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Kajian Semiotik)

 

Full Text PDF (589 kb)
PAROLE - Journal of Linguistics and Education
Volume 5 Number 1 April 2015
MAKNA BAHASA PROPAGANDA DALAM WACANA (SPANDUK DAN BALIHO) TUNTUTAN OTONOMI KHUSUS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Kajian Semiotik)
Kusno, Ali ( Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
07 Sep 2015
 
The study aims to analyze the use of propaganda discourse of  special autonomous province of East Kalimantan. Propaganda using the power of manipulation and deception message dazzling as a means of negotiation with the aim of convincing people to embrace a stream, attitude, or direction of certain actions. Framework in this study primarily using semiotic Roland Barthes. The method used in this study is semiotics Barthes with devices on denotative, connotative, and myths. Data of this research is the use of language on banners and billboards special autonomy Kaltim. Meaning of the first and second generate a third meaning that as one of the East Kalimantan province in Indonesias rich natural resources. Penelitian bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa propaganda wacana otonomi khusus Provinsi Kaltim. Propaganda menggunakan manipulasi dan daya tipuan pesan yang mempesona sebagai sarana negosiasi dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini utamanya menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Barthes dengan perangkat mengenai denotatif, konotatif, dan mitos. Data penelitian ini berupa penggunaan bahasa pada spanduk dan baliho otonomi khusus Kaltim. Makna pertama dan kedua menghasilkan makna ketiga bahwa Kalimantan Timur sebagai salah satu Provinsi di Indonesia yang kaya sumber daya alam.
Copyrights © 2015