Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Journal of Management of Aquatic Resources > BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DALAM KAITANNYA UNTUK PENGELOLAAN PERIKANAN DI PPP SADENG KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

 

Full Text PDF (566 kb)
Journal of Management of Aquatic Resources
Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DALAM KAITANNYA UNTUK PENGELOLAAN PERIKANAN DI PPP SADENG KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA
Anggraeni, Rosa ( Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Solichin, Anhar ( Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Saputra, Suradi Wijaya ( Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
29 Aug 2015
 
Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan ikan ekonomis penting di WPP 571, 572 dan 573. Produksi ikan Cakalang lebih besar dibanding dengan Tuna. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember sampai Januari 2015 di PPP Sadeng untuk mengetahui beberapa aspek biologinya sehingga dapat digunakan dalam upaya pengelolaan perikanan. Sampel ikan Cakalang didapatkan dari perahu motor tempel (PMT), kapal motor (KM) 5 – 23 GT dan KM 30 – 50 GT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan Cakalang bersifat allometrik positif dengan nilai faktor kondisi sebesar 1,20. Ikan yang paling sering tertangkap yaitu pada kisaran 30 – 34 cm. Ukuran pertama kali ikan matang gonad untuk jantan 41,5 cm dan betina 40,1 cm. Ukuran ikan yang tertangkap sebagian besar belum layak untuk ditangkap karena 1/2 L∞ > L50% < Lm. Nilai IKG jantan berkisar 0,08 – 3,58 dan betina 0,13 – 4,35. KM 30 – 50 GT memiliki nilai CPUE tertinggi yaitu sebesar 2.702,17 kg/trip. Usaha penangkapan PMT lebih menguntungkan karena pendapatan harian nelayan PMT lebih besar dibandingkan dengan nelayan KM. Rencana Pengelolaan yang disarankan yaitu pengaturan ukuran ikan layak tangkap, pengaturan  mata jaring mini purse seine (> 6 cm),  gill net (>10 cm) dan ukuran mata pancing (<5), pengendalian dan pemantauan jumlah armada penangkapan dan alat tangkap yang beroperasi, serta pengaturan musim dan daerah penangkapan. Commodities of Tunas, Tonggol and Skipjack Tuna (TTC) is an economically important fish in WPP 571, 572 and 573. Production Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) is larger than the Tuna and Tonggol. This study was conducted from December 2014 to January 2015 in PPP Sadeng to know some biological aspects so that it can be used in fisheries management efforts. Samples of skipjack tuna obtained from the outboard, motor boat 5-23 GT and motor boat 30-50 GT. The results showed that skipjack tuna is positive allometric, condition factor value of 1,20. The most frequently caught fish that is in the range of 30-34 cm. The size of the first fish mature male gonads to 41,5 cm and 40,1 cm in females. The size of the fish caught mostly not worthy to be arrested because 1/2 L∞> L50% <Lm. IKG value males ranged from 0,08 to 3,58 and female 0,13 to 4,35. Motor boat 30-50 GT has the highest CPUE value that is equal to 2702,17 kg/trip. Outboard fishing effort is more profitable for fishermen because  outboard daily income is greater than fishermen motor boat. The recommended management plan is setting a decent size fish catch, setting mesh size mini purse seine (> 2 inches) and hook size (<5), control and monitoring the amount of fishing fleet and fishing gear that are in operation, along with regulating the fishing  season and fishing area
Copyrights © 2015