Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Jurnal Manusia dan Lingkungan > PENGARUH EKSTRAK ETANOL BIJI JARAK (Ricinus communis L.) TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGIS TESTIS TIKUS SAWAH (Ratus Argentiventer ROBINSON & KLOSS)

 

Full Text PDF (1,589 kb)
Jurnal Manusia dan Lingkungan
Vol 15, No 2 (2008)
PENGARUH EKSTRAK ETANOL BIJI JARAK (Ricinus communis L.) TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGIS TESTIS TIKUS SAWAH (Ratus Argentiventer ROBINSON & KLOSS)
Istriyati, Istriyati ( Fakultas Biologi UGM)
Susilowati, Febri ( Fakultas Biologi UGM)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
20 Dec 2014
 
Tikus sawah (Rattus argentivenler Robinson dan Kloss) merupakan jenis hewan mammal yang menimbulkan kerugian besar di sektor pertanian. Selain daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan, tikus sawah memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi dalam waktu singkat, sehingga populasi tikus sawah dapat meningkat dengan cepat Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu teknik pengendalian, dengan mempengaruhi tingkat fertilitasnya. Biji jarak (Ricinus communis L.) diduga mempunyai efek antifertilitas yang diharapkan dapat mengurangi jumlah populasi tikus sawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh ekstrak biji jarak terhadap struktur mikroskopis testis tikus sawah. Tiga puluh ekor tikus sawah jantan dengan rata-rata berat badan 99,4 g dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing 5 ekor. Satu kelompok kontrol diperlakukan dengan akuabides, 5 kelompok lainnya masing-masing diperlakukan dengan ekstrak etanol biji jarak secara oral dengan metode one way single dose 0.2 ml: 0.4 ml: 0.6 ml: 0.8 ml dan 1.0 ml/100 g bb. Setelah perlakuan tikus sawah dipelihara selama 12 hari. Kemudian tikus dikorbankan dan diambil testisnya untuk dibuat preparat dengan metode parafin, fiksasi dalam larutan Bouin, tebal sayatan 6 um, pewarnaan dengan hematoksilin dan Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan struktur mikroskopis testis mengalami degenerasi. Uji statistik menunjukkan adanya penurunan secara nyata jumlah spermatogonia, spermatosit dan spermatid testis tikus sawah antara kelompok kontrol dan perlakuan. Makin tinggi dosis, makin tinggi tingkat kerusakan struktur mikroskopis dan jumlah spermatogonia, spermatosit dan spermatid makin sedikit.
Copyrights © 2014