Logo IPI  
Journal > Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan > SISTEM PANASBUMI DAERAH BLAWAN, JAWA TIMUR BERDASARKAN SURVEI MAGNETOTELURIK

 

Full Text PDF (1,083 kb)
Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan
Vol 25, No 2 (2015)
SISTEM PANASBUMI DAERAH BLAWAN, JAWA TIMUR BERDASARKAN SURVEI MAGNETOTELURIK
Dewi, Cinantya Nirmala ( Universitas Brawijaya)
Maryanto, Sukir ( Universitas Brawijaya)
Rachmansyah, Arief ( Universitas Brawijaya)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
15 Dec 2015
 
Penelitian dengan menggunakan metode magnetotelurik telah dilaksanakan di daerah potensi panasbumi Blawan, Bondowoso, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem panasbumi di daerah penelitian berdasarkan nilai resistivitasnya. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah Metronix ADU-07e yang mengukur 3 komponen medan magnet (𝐻𝑥, 𝐻𝑦 dan 𝐻𝑧 ) dan 2 komponen medan listrik (𝐸𝑥 dan 𝐸𝑦). Pengambilan data magnetotelurik dilakukan di 19 titik, dengan jarak antar titik pengukuran sepanjang 250 m hingga 1200 m. Data yang didapatkan berupa nilai resistivitas semu dan fase dalam domain frekuensi dengan rentang 0,01 Hz hingga 10.000 Hz. Seluruh titik pengambilan data dibagi menjadi 4 profil inversi 2D. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa sistem panasbumi pada daerah penelitian tersusun atas zona lapisan penudung (≤32 𝛺.m), zona reservoar (>32𝛺.m - ≤512 𝛺.m), dan zona sumber panas (>512 𝛺.m). Selain itu, berdasarkan hasil pemodelan juga teridentifikasi adanya beberapa patahan yang mendukung sistem panasbumi Blawan. A research using magnetotelluric method have been done in Blawan geothermal field, Bondowoso, East Java. This research done to identify the geothermal system of research area based on its resistivity value. Magnetotelluric measurement done in 19 point with spaces 250 m up to 1200 m each other. The tools used in this research is Metronix ADU-07e that measure three components of the magnetic field (𝐻𝑥, 𝐻𝑦 dan 𝐻𝑧 ) and two components of the electric field (𝐸𝑥 dan 𝐸𝑦). Data obtained in the form of an apparent resistivity and phase value in the frequency domain in the range of 0,01 Hz to 10.000 Hz. All of measurement points are divided into four 2D modeling profile. The results of 2D modeling indicate that the geothermal system in the research area consists of caprock zone (≤32 Ω.m), reservoir zone (>32 Ω.m - ≤512 Ω.m), and a heat source zone (>512 Ω.m). Beside that, based on the modeling result it also identified the presence of several faults that support Blawan geothermal system.
Copyrights © 2015