Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Buletin Penelitian Kesehatan > Uji Efektifitas Atraktan pada Lethal Ovitrap terhadap Jumlah dan Daya Tetas Telur Nyamuk Aedes aegypti

 

Full Text PDF (372 kb)
Buletin Penelitian Kesehatan
Vol 43, No 3 Sep (2015)
Uji Efektifitas Atraktan pada Lethal Ovitrap terhadap Jumlah dan Daya Tetas Telur Nyamuk Aedes aegypti
Salim, Milana ( 1Loka Litbang P2B2 Baturaja, Jl. A. Yani Km 7 Kemelak, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia)
Satoto, Tri Baskoro Tunggul ( Prodi Ilmu Kedokteran Tropis Fak. Kedokteran Univ. Gadjah Mada, Jl. Teknika Utara, Barek, Yogyakarta. Indonesia)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
20 Nov 2015
 
AbstractControl of Aedes aegypti mosquito as dengue haemorrhagic fever (DHF) vector can be conducted by using the ovitrap modified into a lethal ovitrap. The addition of attractant substances to the ovitrap can attract more mosquitoes to come in to the trap, and prevent the mosquitoes to lay eggs in other places. The aim of this research was to compare the percentage of the number of eggs trapped, the number of eggs that hatched and the percentage of larval mortality in lethal ovitrap modified with the addition of two types of attractant. This research was an experiment research with a complete random design. The samples used were female bloodfed Ae. aegypti mosquito. The insecticide used was water extract of Annona squamosa seed, and the attractants used were hay infus at water with concentration of 20% and larval rearing water of the Ae. aegypti. Aquades used as control. The results showed that hay infusion was more effective than larval rearing water in attracting female Ae. aegypti mosquito to lay eggs. The highest mortality was found in the combination of lethal ovitrap and hay infusion. The combination could be an alternative controlling strategy for DHF management program in order to reduce the density of Ae. aegypti mosquito and minimize the dengue transmission in a region.Keywords : Lethal Ovitrap, attractant, Aedes aegyptiAbstrakPengendalian nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor demam berdarah dengue (DBD) dapat dilakukan dengan menggunaan ovitrap yang dimodifikasi menjadi lethal ovitrap. Penambahan zat atraktanpada ovitrap dapat menarik lebih banyak nyamuk untuk datang ke perangkap yang dipasang dan mencegah nyamuk bertelur di tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan persentase jumlah telur terperangkap, jumlah telur menetas dan mortalitas larva pada lethal ovitrap yang diberi tambahan dua jenis atraktan. Insektisida yang digunakan adalah ekstrak air biji srikaya (Annona squamosa), sedangkan atraktan yang digunakan adalah air rendaman jerami dengan konsentrasi 20% dan air bekas kolonisasi larva Ae. aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap. Sampel yang digunakan adalah nyamuk Ae. aegypti betina yang kenyang darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air rendaman jerami merupakan atraktan yang lebih berpengaruh dibandingkan air bekas kolonisasi Ae. aegypti dalam menarik nyamuk Ae. aegypti untuk bertelur. Mortalitas larva tertinggi terdapat pada kombinasi lethal ovitrap dengan air rendaman jerami.Kombinasi lethal ovitrap dengan atraktan air rendaman jerami dapat menjadi strategi pengendalian alternatif bagi pengelola program DBD untuk mengurangi kepadatan nyamuk Ae. aegypti dan meminimalisasi transmisi penyakit demam berdarah dengue di suatu wilayah.Kata kunci : Lethal Ovitrap, atraktan, Aedes aegypti
Copyrights © 2015