Logo IPI  
Journal > Aspirator > Enkapsulasi B. bassiana menggunakan maizena dan daya infeksinya terhadap larva Aedes aegypti, Anopheles sp., Culex sp

 

Full Text PDF (631 kb)
Aspirator
Vol.7 No.2 Desember 2015
Enkapsulasi B. bassiana menggunakan maizena dan daya infeksinya terhadap larva Aedes aegypti, Anopheles sp., Culex sp
Widawati, Mutiara ( School of Public Health, University of Sydney, Edward Ford Building (A27), Fisher Road, NSW 2006, Australia)
Prasetyowati, Heni ( Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Ciamis, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl. Raya Pangandaran KM.03 Ds. Babakan Kp. Kamurang, Pangandaran 53415)
Hodijah, Dewi Nur ( Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Ciamis, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl. Raya Pangandaran KM.03 Ds. Babakan Kp. Kamurang, Pangandaran 53415)
Riandi, Muhammad Umar ( Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Ciamis, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl. Raya Pangandaran KM.03 Ds. Babakan Kp. Kamurang, Pangandaran 53415)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
18 Dec 2015
 
Abstract. Encapsulation formulae of mycoinsecticide have to be able to maintain fungus viability and pathogenicity. This mycoinsecticide was developed as an alternative way to control mosquito borne disease. The aim of this study was to encapsulate Beauveria bassiana as viable storage and have the capability to kill larvae of Aedes aegypti, Anopheles sp. and Culex sp. Mosquito larvae obtained from laboratory reared at health research laboratory; Loka Litbang P2B2 Ciamis. The treatments made in this study were the formu-lation of cornstarch and controls for comparison. This study showed potential formulation of cornstarch encapsulation as a biolarvacidal. Cornstarch formulations proven to be succeed in maintaining fungus viability, however, the pathogenicity of the microcapsule still not effective to kill Aedes, Culex and Anopheles larvae. Keywords: encapsulation, Beauveria bassiana, Ae.aegypti, Anopheles sp., Culex sp. Abstrak. Pembuatan formula bioinsektisida yang optimal sebagai salah satu alternatif untuk pengen-dalian nyamuk vektor perlu di kembangkan. Sediaan mikoinsektisida yang dibuat harus dapat memper-tahankan viabilitas jamur B. bassiana sehingga masih efektif pada saat penggunaannya. Salah satu cara yang digunakan untuk menjaga kestabilan sediaan mikoinsektisida yang berdampak langsung pada via-bilitas jamur adalah dengan menerapkan metode enkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk meng-hasilkan sediaan mikokapsul dari Beauvaria bassiana melalui proses enkapsulasi menggunakan maizena yang memiliki kapabilitas tinggi sebagai penyimpan B. bassiana dan efektif dalam membunuh larva dan telur Aedes aegypti, Anopheles sp. dan Culex sp. Semua larva uji berasal dari insektarium laboratorium penelitian kesehatan Loka litbang P2B2 Ciamis. Pembuatan enkapsulasi dimulai dengan kultur dan pema-nenan B. bassiana, uji viabilitas, proses enkapsulasi serta uji larvasida di laboratorium. Uji dilakukan dengan satu perlakuan dan satu kontrol untuk masing masing spesies dengan tiga kali ulangan. Pada penelitian ini dihasilkan formulasi maizena yang yang berpotensi untuk menjadi larvasida alami. Formulasi ini menghasilkan sediaan mikokapsul yang viable dalam menyimpan jamur B. bassiana, akan tetapi belum cukup efektif untuk menjadi salah satu alternatif pengendalian larva nyamuk Aedes, Anopheles dan Culex. Kata Kunci: enkapsulasi, Beauveria bassiana, Ae. aegypti, Anopheles sp.
Copyrights © 2015