Logo IPI  
Journal > Aspirator > Permasalahan Filariasis dan Nyamuk Penularnya di Desa Soru Kecamatan Umbu Ratu Nggai Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2014

 

Full Text PDF (626 kb)
Aspirator
Vol.7 No.2 Desember 2015
Permasalahan Filariasis dan Nyamuk Penularnya di Desa Soru Kecamatan Umbu Ratu Nggai Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2014
Willa, Ruben Wadu
Norshima, Monika ( Loka Litbang P2B2 waikabubak)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
18 Dec 2015
 
Abstract. Until now filariasis still be one of the health problems in the community. Central Sumba District is one of the areas with the clinical case filariais of 306 casesin in 2013. Vector finger blood survey sconducted in 2014 and in the village of Soru Central Sumba. The study was an observational study with cross sectional. The number of people in his blood survey of 500 people.Conducteda survey to determine the vector mosquito breeding adults and habitat. Survey results obtained figures finger blood microfilaria rate of 0.2 % with the type of worms that cause filariasis is Brugia timori. Results prombosis and thoracic surgery for mosquitoes is not found positive for mosquito larvae of filarial worms all stages. Mosquitoes were found to be composed of several genera , among others, as many as nine species of Anopheles sp , Aedes sp as many species and Culex sp 3 of 7 species with the highest density An.kochi bite outdoors and An.maculatus and An.aconitus on the wall. Keywords: filariasis endemicity, vector, Central  Sumba, East Nusa Tenggara Abstrak. Sampai saat ini filariasis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Kabupaten Sumba Tengah merupakan salah satu daerah dengan kasus klinis filariasis dan terdapat 306 kasuspada tahun 2013. Penelitianini bertujuan untuk menentukan endemisitas dan nyamuk penular filariasis di desa Soru Kabupaten Sumba Tengah. Survei darah jari dan vektor dilaksanakan tahun 2014 di desa Soru Kabupaten Sumba Tengah. Penelitian merupakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang. Jumlah penduduk yang di survei darah jarinya sebanyak 500 orang. Untuk mengetahui vektornya dilakukan survei nyamuk dewasa dan habitat perkembangbiakan. Hasil survei darah jari diperoleh angka Mf-rate sebesar 0,2% dengan jenis cacing penyebab filariasis adalah Brugia timori. Hasil pembedahan terhadap probosis dan thoraks nyamuk tidak ditemukan satupun nyamuk yang positif mengandung larva cacing filarial semua stadium. Nyamuk yang ditemukan terdiri dari beberapa genera antara lain Anopheles sp sebanyak 9 spesies, Aedes sp sebanyak 3 spesies dan Culex sp sebanyak 7 spesies. Kepadatan menggigit tertinggi yaitu An. kochi di luar rumah, serta An. maculatus dan An. aconitus di dinding. Desa Soru bukan merupakan daerah endemis filariasis dengan nyamuk yang diduga sebagai vektor adalah An. kochi, An. maculatus dan An. aconitus. Kata Kunci: endemisitas filariasis, vektor, Sumba Tengah. Nusa Tenggara Timur
Copyrights © 2015