Logo IPI  
Journal > Vektora > DETEKSI MUTASI V1016G PADA GEN VOLTAGE-GATED SODIUM CHANNEL PADA POPULASI Aedes aegypti (DIPTERA: CULICIDAE) DI KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH DENGAN METODE ALLELE-SPECIFIC PCR

 

Full Text PDF (4,768 kb)
Vektora
Vol 7, No 2 OKT (2015)
DETEKSI MUTASI V1016G PADA GEN VOLTAGE-GATED SODIUM CHANNEL PADA POPULASI Aedes aegypti (DIPTERA: CULICIDAE) DI KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH DENGAN METODE ALLELE-SPECIFIC PCR
Widiastuti, Dyah ( Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, Jl. Selamanik No. 16A, Kec. Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia)
Sunaryo, Sunaryo ( Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, Jl. Selamanik No. 16A, Kec. Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia)
Pramestuti, Nova ( Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, Jl. Selamanik No. 16A, Kec. Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia)
Sari, Tika Fiona ( Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, Jl. Hasanudin No.123 Salatiga, Indonesia)
Wijayanti, Nastiti ( Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Jl. Teknika Selatan, Mlati, Sleman,Yogyakarta, Indonesia)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
10 Oct 2015
 
AbstrakMeluasnya kejadian resistensi pada vektor virus Dengue di Jawa Tengah memerlukan strategi pengelolaan resistensi insektisida secara efektif. Oleh karena itu, informasi mengenai mutasi gen pada posisi 1016 di domain II segmen ke­6 gen VGSC pada nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan perubahan asam amino valin (V) menjadi glisin (G) akan dapat memperkuat penelitian operasional mengenai strategi pemilihan insektisida dalam program­pengendalian­vektor­Dengue.­Penelitian­ini­menggunakan­uji­Allele-Specific­Polymerase­Chain­Reaction(AS­PCR) yang dapat mendeteksi mutasi V1016G. Sampel penelitian ini adalah 22 ekor nyamuk Aedes aegypti dari Kabupaten Klaten yang berumur 2­5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22,7% nyamuk belum mengalami mutasi (V/V), 59,1% nyamuk mengalami mutasi heterozigot (V/G) dan 18,2% nyamuk mengalami mutasi homozigot (G/G). Hal ini menunjukkan indikasi terjadinya resistensi populasi nyamuk Ae.aegypti terhadap insektisida sintetik piretroid yang disebabkan oleh mekanisme knockdown resistance.Kata Kunci:­Aedes­aegypti,­mutasi­V1016G,­Allele-Specific­PCR,­VGSCAbstractInsecticides resistance has spread rapidly among dengue vectors from Central Java, and require an effective insecticide resistance management strategies.one of the resistance mechanism in Aedes aegypti may arise through knockdown resistance or kdr which consists of single point mutation within the genes that are targeted by insecticide compounds. Mutation at position 1016 in domain II, segment 6 of the Voltage Gated Sodium Channel gene in Ae. aegypti leads to a valine to glycine substitution (V1016G) is associated with resistance to the type II pyrethroid. The result of this study will help us to strengthen basic and operational research on the­development­of­strategies­for­Dengue­vector­control­in­Indonesia.­This­study­utilized­an­allele-specificPolymerase Chain Reaction (AS­PCR) assay that could be used to detect the V1016G mutation. The assay was conducted on 22 female mosquitoes aged 2–5 days old. The result showed there were 22,7% wild type mosquito (V/V), 59,1% heterozygous for V1016G mutation (V/G) and 18,2% V1016G mutant homozygous (G/G). It indicated synthetic pyrethroid resistance in Ae.aegypti population caused by knockdown resistance mechanism.Keywords: Aedes aegypti,­V1016G­mutation,­Allele-Specific­PCR,­VGSC
Copyrights © 2015