Logo IPI  
Journal > Vektora > PENGARUH PELEPASAN NYAMUK JANTAN MANDUL TERHADAP FERTILITAS DAN PERUBAHAN MORFOLOGI TELUR Aedes aegypti

 

Full Text PDF (3,701 kb)
Vektora
Vol 7, No 2 OKT (2015)
PENGARUH PELEPASAN NYAMUK JANTAN MANDUL TERHADAP FERTILITAS DAN PERUBAHAN MORFOLOGI TELUR Aedes aegypti
Setiyaningsih, Riyani ( Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Jl. Hasanudin no.123 Salatiga 50721, Jawa Tengah, Indonesia)
Agustini, Maria ( Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Jl. Hasanudin no.123 Salatiga 50721, Jawa Tengah, Indonesia)
Rahayu, Ali ( BATAN, Jakarta)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
10 Oct 2015
 
AbstrakAplikasi Teknik Serangga Mandul (TSM) merupakan salah satu teknik pengendalian vektor yang bersifat ramah lingkungan­dan­spesifik­target.­Keberhasilan­pengendalian­vektor­dengan­TSM­dapat­dilihat­dari­penurunanpopulasi vektor. Salah satu parameternya adalah nyamuk jantan steril dapat berkompetisi dengan populasi nyamuk jantan di alam sehingga akan dapat menurunkan populasi nyamuk di alam. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh aplikasi TSM terhadap fertilitas dan perubahan morfologi telur Aedes aegypti. Iradiasi sinar gamma nyamuk jantan Ae.aegypti dilakukan di BATAN Jakarta dengan menggunakan sinar gamma Co­60. Pelepasan nyamuk jantan Ae.aegypti steril dilepaskan sebanyak lima kali setiap minggu. Parameter yang diukur adalah fertilitas telur di luar dan dalam rumah sebelum dan sesudah pelepasan nyamuk jantan Ae.aegypti steril dan pengamatan perubahan morfologi telur Ae.aegypti setelah aplikasi. Fertilitas telur sebelum pelepasan nyamuk jantan Ae.aegypti steril di luar rumah dan di dalam rumah adalah 90,86% dan 87,96%. Setelah pelepasan pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima fertilitas telur menjadi 43,73%, 25,81%, 18,84%, 17,37%, dan 6,75%. Sedangkan fertilitas telur di dalam rumah setelah pelepasan nyamuk jantan Ae.aegypti steril pertama sampai kelima adalah 62,74%, 18,11%, 17,07%, 13,85%, dan 3,91%. Secara morfologi telur steril setelah pelepasan nyamuk jantan Ae.aegypti steril berbentuk mengempis, bercabang dan mengecil.Kata kunci : TSM, fertilitas, Aedes aegyptiAbstractApplication­of­the­Sterile­Insect­Technique­(SIT)­is­a­nonpoluting­method­of­vector­control­species­spesific­andenveronmentally. For such a strategy to be effective sterile roles can be competitive enough agoints wild male to­fulfil­their­fuction­to­reducing­wild­mosquito­population­in­nature.­The­aims­of­the­study­were­to­determinethe SIT effect to fertility and morphological changes of Aedes aegypti eggs. Male Ae. aegypti irradiation was performed in BATAN Jakarta using Co­60 gamma ray (70Gy). The release of sterile males Ae. aegypti mosquito­were­performed­five­times­each­weekes.­Parameters­measured­were­fertility­of­eggs­collected­outdoorand indoor before and after the release of sterile males mosquito and Ae. aegypti eggs morphological changes were observed after application. The results showed that the eggs fertility of Ae. aegypti outdoor and indoor were­90,86%­and­87,96%­respectively.­After­the­release­of­the­first,­second,­third,­fourth,­and­fifth­fertility­ofeggs become 43,73%, 25,81%, 18,84%, 17,37%, and 6,75%. While the fertility of eggs inside the house after the­release­of­the­first­to­fifth­of­sterile­males­Ae. aegypti mosquito were 62,74%, 18,11%, 17,07%, 13,85%, and 3,91%. The morphology of sterile eggs the after release of sterile males of Ae. aegypti mosquito were deflate­shaped,­branched­and­smaller.Keywords: SIT, fertility, Aedes aegypti
Copyrights © 2015