Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > Vektora > PREVALENSI TIKUS TERINFEKSI Leptospira interogans DI KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH

 

Full Text PDF (331 kb)
Vektora
Vol 7, No 2 OKT (2015)
PREVALENSI TIKUS TERINFEKSI Leptospira interogans DI KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH
Ristiyanto, Ristiyanto ( Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga Jl. Hasanudin No. 123 Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia)
Wibawa, Tri ( Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran,Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)
Budiharta, Setyawan ( Bagian Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)
Supargiono, Supargiono ( Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
10 Oct 2015
 
AbstrakLeptospirosis merupakan zoonosis.Penyakit ini sering dijumpai di daerah perkotaan terutama yang sering dilanda banjir.Manusia terinfeksi bakteri Leptospira melalui air atau tanah yang terkontaminasi dengan urin atau cairan tubuh inang reservoir.Tikus adalah inang reservoir leptospirosis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi tikus yang terinfeksi Leptospira dan interaksi antara pasien suspek leptospira dengan tikus­Kota­Semarang,­Jawa­Tengah.­Selain­itu­dilakukan­pula­identifikasi­serovar­Leptospira­padatikus­diKota Semarang, Jawa Tengah. Jenis penelitian adalah potonglintang (cross sectional).Dilakukan pengamatan di rumah dan lingkungan tempat tinggal 68 kasus leptospirosis. Penangkapan tikus menggunakan perangkap hidup sejumlah 100 buah.Pemasang perangkap di dalam dan di luar rumah selama 3 hari.  Tikus yang tertangkap­diidentifikasi­dan­diambil­serum­darahnya­untuk­mengetahui­serovar­Leptospira­dengan­uji­MAT.Seluruh 68 kasus leptospirosis dari Rumah Sakit di Kota Semarang memiliki riwayat interaksi dengan tikus. Prevalensi tikus terinfeksi bakteri leptospira  untuk tikus got (R. norvegicus) 33,43% dan tikus rumah (R. tanezumi)­13,69%.­Serovar­Leptospira­yang­diidentifikasi­pada­tikus­got­(R.­norvegicus)­adalah­Djasiman(40,55% dari 27 ekor), Icterohaemorhagie (22,22% ), Autumnalis (20,35) dan Bataviae (16,68%). Sementara pada­tikus­rumah­(R.­tanezumi)­dapat­diidentifikasikan­serovar­Autumnalis­(66,67%­dari­3­ekor)­dan­Bataviae(33,33%). Hal ini menunjukkan bahwa tikus merupakan reservoir penting dari leptospirosis. Penelitian ini menunjukkan bahwa tikus got (R. norvegicus) dan tikus rumah (R. tanezumi) memiliki potensi besar untuk menjadi vektor penularan bakteri Leptospira di Kota Semarang.Kata Kunci : Leptospirosis, Tikus, Faktor Risiko, SemarangAbstractLeptospirosis­is­a­zoonosis.­The­disease­is­often­found­in­urban­areas,­especially­the­frequent­flooding.­Humansinfected­with­Leptospira­bacteria­through­water­or­soil­contaminated­with­urine­or­body­fluids­of­the­hostreservoir. Rats are the reservoir host of leptospirosis. This study aims to determine the population of mice infected with Leptospira and interactions between patients with suspected leptospirosis with rats Semarang, Central­Java.­In­addition­it­also­conducted­in­mice­Leptospira­serovar­identification­in­Semarang,­CentralJava. This type of research is potonglintang (cross­sectional). Observation at home and living environment 68 cases of leptospirosis.Catching mice using live traps some 100 pieces.Trapper inside and outside the house for­3­days.­Mice­that­were­caught­were­identified­and­taken­to­determine­blood­serum­test­leptospira­serovarMAT. The whole 68 cases of leptospirosis Hospital in Semarang has a history of interaction with the rats. 86Vektora Volume 7 Nomor 2, Oktober 2015: 85 - 92Prevalence of mice infected with the bacteria leptospira for sewer rat (R. norvegicus) 33.43% and the house mouse (R. tanezumi)­13.69%.­Leptospira­serovar­identified­in­rats­(R. norvegicus) is Djasiman (40.55% of 27 animals), Icterohaemorhagie (22.22%), autumnalis (20.35) and Bataviae (16.68%). While at the house mouse (R. tanezumi)­can­be­identified­serovar­autumnalis­(66.67%­of­3­tail)­and­Bataviae­(33.33%).­This­showsthat rats are an important reservoir of leptospirosis. This study shows that rats (R. norvegicus) and mice (R. tanezumi) has great potential to be a vector of transmission of the bacteria Leptospira in Semarang.Keyword : Leptospirosis, Rats, Risk Factor, Semarang
Copyrights © 2015