Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > JPTK > Meningkatkan Kompetensi Pedagogi dan Vokasional melalui Metode Peer Teaching dan Kooperatif Jigsaw pada Mata Kuliah Sistem Video

 

Full Text PDF (292 kb)
JPTK
Vol 19, No 1 (2010): (Mei)
Meningkatkan Kompetensi Pedagogi dan Vokasional melalui Metode Peer Teaching dan Kooperatif Jigsaw pada Mata Kuliah Sistem Video
Article Info   ABSTRACT
Published date:
01 May 2010
 
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogi dan kompetensi vokasional mahasiswa peserta mata kuliah Sistem Video dengan metode Jigsaw dan peer teaching, sehingga mahasiswa lebih siap dalam menempuh pengajaran mikro dan berhasil dalam pelaksanaan praktek lapangan di sekolah. Penelitian menggunakan desain tindakan kelas yang dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2009/2010 dengan jumlah 34 mahasiswa.  Tindakan awal peneliti membekali mahasiswa tentang penyusunan RPP, pengajaran mikro dan difasilitasi modul pembelajaran dalam bentuk soft copy, hardcopy, link dengan informasi terkait dalam BESMART, konsultasi dilayani melalui email, dan chating. Kelompok ahli terdiri dari 4-5 anggota menyusun RPP, melengkapi materi, evaluasi hasil belajar dan media pembelajaran. Setiap mahasiswa bertindak sebagai guru menyampaikan materi kepada anggotanya yang berasal dari tim ahli yang berbeda serta mengevaluasi pemahaman mereka. Mahasiswa yang berperan sebagai siswa menilai cara mengajar temannya yang berlaku sebagai guru.  Teknik pengumpulan data dengan observasi, kuesioner dam tes hasil belajar kemudian dianalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran pendekatan kooperatif Jigsaw dengan peer teaching dari siklus ke siklus: 1) meningkatkan kompetensi pedagogi meliputi peningkatan kemampuan membuat persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran;  2) meningkatkan kompetensi vokasional 3) mendapat respon positip dari mahasiwa karena pembelajaran lebih bermakna dan merasa dilatih untuk mengajar serta lebih memahami gambaran tugas guru.
Copyrights © 2010