Announcement
Starting on July 4, 2018 the Indonesian Publication Index (IPI) has been acquired by the Ministry of Research Technology and Higher Education (RISTEKDIKTI) called GARUDA Garba Rujukan Digital (http://garuda.ristekdikti.go.id)
For further information email to portalgaruda@gmail.com

Thank you
Logo IPI  
Journal > ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA > Resistensi Perempuan Multikultural dalam Novel Seroja Karya Sunaryono Basuki: Kajian Feminis

 

Full Text PDF (179 kb)
ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA
Vol 13, No 2 (2010): ATAVISME, Edisi Desember 2010
Resistensi Perempuan Multikultural dalam Novel Seroja Karya Sunaryono Basuki: Kajian Feminis
Turaeni, Ni Nyoman Tanjung ( Balai Bahasa Surabaya, Jalan Siwalanpanji, Buduran Sidoarjo 61252)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
31 Dec 2010
 
Resistensi perempuan multikultural di Indonesia mengarah kepada bentuk eksistensi perempuan dalam mempertahankan jati diri yang dimiliki meskipun terkekang oleh budaya dan tradisi. Berbagai macam cara dilakukan oleh mereka bertujuan hanya ingin mencapai titik ke- sempurnaan sebagai seorang perempuan yang dihargai kedudukan dan peranannya. Dengan kajian feminis dan metode hermeneutika terungkap bahwa Seroja karya Sunaryono Basuki adalah salah satu dari sekian banyak contoh novel yang menggambarkan perempuan multikultural yang terikat oleh budaya dan tradisi akibat kepercayaan sisa-sisa peradaban leluhur. Hal itu memperlihatkan secara jelas bahwa perempuan tetap menjadi makhluk yang diatur, warga kelas dua/the other (terpinggirkan), dan korban tradisi.

Abstract:
The resistence of multicultural woman in Indonesia leads to the form of women existence in defending their identity from the culture and tradition restraint. They have taken many ways in order to just reach a perfection point as a woman whose position and role are respected. By using feminist study and hermeneutics method, the resistence realization in Indonesia literature shows that Sunaryono Basuki’s Seroja is one of the so many instances of multicultural women bound to culture and tradition resulted from a strong faith to ancestor civilization leftover. Thus, it can be seen that woman are still being controlled creatures, second class citizens/the other (marginalized), and tradition victim.

Key Words: feminism, multicultural, tradition
Copyrights © 2010